UHURU KENYATTA MENANGKAN PEMILU KENYA

Nairobi, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Komisi Pemilihan Kenya mengumumkan Sabtu pagi (9/3) di Nairobi, Wakil Perdana Menteri Uhuru Kenyatta menang dalam pemilihan presiden negara itu dengan margin yang tipis, memenangkan 50,03% suara.

Menurut laporan CBC News, ada kemungkinan hasil itu akan menimbulkan kontroversi di Kenya.  Perdana Menteri Raila Odinga, saingan utama Kenyatta, yang merasa dicurangi siap mengajukan gugatan hukum.

Kenyatta memerlukan 50% suara untuk menghindari putaran kedua dengan Odinga, tetapi ia memperoleh target itu hanya  dengan 4,099 juta suara dari 12,3 juta.

Pemungutan suara hari Senin lalu adalah yang pertama sejak pemilu Kenya 2007 memicu dua bulan kekerasan antar etnis, setelah kemenangan yang diklaim oleh Presiden Mwai Kibaki diperselisihkan. Lebih 1.100 orang tewas dalam serangan parang, anak panah dan senjata api polisi.

Kemenangan Kenyatta tahun ini bisa sangat mempengaruhi hubungan Kenya dengan Barat. Kenyatta menghadapi dakwaan di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan perannya dalam kerusuhan Kenya 2007 pasca-pemilu. Wakilnya, William Ruto, menghadapi tuduhan serupa.

AS dan beberapa Negara Eropa telah memperingatkan “konsekuensi” jika putra pendiri Kenya itu menang. Inggris yang memerintah Kenya sampai awal 1960-an, telah mengatakan mereka hanya akan  memasang kontak penting dengan pemerintah Kenya jika Kenyatta adalah presiden.

Kubu Odinga telah menyatakan tantangan hukum. Pemilihan presiden hari Senin sebagian besar berjalan damai, namun proses penghitungan telah terhalang oleh segudang masalah dan kesalahan.

Pemenang pemilu terungkap semalam – sekitar pukul 2:35 waktu setempat – tanpa diumumkan sebelumnya. Sekitar tengah malam Komisi Pemilihan mengatakan akan resmi mengumumkan pemenang Kenya, Sabtu.

Para diplomat mengatakan mereka percaya Odinga tidak mungkin protes dengan cara yang akan meningkatkan kekerasan, ia akan menghormati janjinya untuk menghormati hasil pemilu dan mengajukan petisi pengadilan. Sejak Jumat pasukan keamanan anti huru hara telah disiagakan di jalan-jalan kota yang diprediksi bisa memicu aksi kekerasan.

Pendukung perdana menteri turun ke jalan di tahun 2007 setelah Odinga mengatakan ia telah dicurangi. Di Kibera, daerah kumuh Nairobi, basis terbesar dukungan Odinga, meyakini hasil tahun ini pun dicurangi.

“Jika Anda melihat cara penghitungan yang dilakukan ada kecurangan,” kata Isiah Omondi (27), sebagaimana yang dikutip CBC News. “Jika Uhuru menang dan menang secara wajar, kita tidak punya masalah dengannya, dia bisa menjadi presiden kita. Tapi tidak seperti ini.”(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply