SUDAN DAN SUDAN SELATAN TARIK PASUKAN

Khartoum, 9 Jumadil Awal 1434/21 Maret 2013 (MINA) – Uni Afrika (AU) mengatakan pasukan Sudan dan Sudan Selatan telah ditarik dari daerah perbatasan yang mereka sengketakan sebagai  langkah damai pertama untuk membangun zona perbatasan demiliterisasi, Rabu (20/3).

Pernyataan tersebut dikeluarkan AU dalam situs resminya setelah menteri pertahanan kedua negara bertemu di Addis Ababa, ibukota Ethiopia menyusul bentrokan yang terjadi bulan lalu.

“Kedua belah pihak telah bertemu terkait kewajibannya dengan penarikan mundur dari perbatasan mereka,” kata AU, sebagaimana yang dilansir media Modern Ghana yang dikutip dari Agence France-Presse (AFP) dan dipantau MINA.

Konfirmasi AU muncul setelah Menteri Pertahanan Sudan Abdelrahim Mohammed Hussein mengatakan kepada wartawan bahwa kedua belah pihak telah menarik pasukannya kembali, dan tim peninjau pertama sudah siap untuk memantau zona penyangga antara kedua negara.

Langkah ini bertujuan mengekang dukungan terhadap gerilyawan lintas perbatasan. Namun para pengamat mengatakan kedua negara akan menghadapi tantangan besar secara efektif menerapkan zona sepanjang perbatasan mereka.

Jenderal Yohannes Tesfamariam, komandan pasukan penjaga perdamaian PBB yang menjadi pengamat dan penanggungjawab bagi tim pemantau, penyebut  pertemuan Addis Ababa adalah kemajuan. Kepala Komisi AU Nkosazana Dlamini-Zuma memuji upaya kedua pihak. “Kedua pihak memberikan upaya luar biasa memenuhi batas waktu yang sangat ketat untuk operasionalisasi Zona Aman Perbatasan Demiliterisasi (SDBZ),” katanya.

“Mekanisme yang kita sepakati telah mulai bekerja,” kata Hussein kepada wartawan sekembalinya dari Addis Ababa, Rabu. Hussein juga mengatakan untuk pertama kali negaranya siap terlibat dalam pembicaraan dengan pemberontak yang berjuang hampir dua tahun di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile.

“Tim monitor Sudan  sejak Selasa (19/3) berada di ibukota Kordofan Selatan, Kadugli yang berfungsi sebagai markas sementara tim monitoring,” kata Hussein.

Monitor bertujuan  memverifikasi penarikan pasukan Sudan dan Sudan Selatan dari zona penyangga, 10 kilometer (6,2 mil) di setiap sisi garis perbatasan 1956. Salah satu poin kesepakatan adalah Khartoum (Sudan) meminta jaminan bahwa Sudan Selatan tidak lagi mendukung pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-N). (T/P09/R2)

Mi’raj News Agency (MINA).

Rate this article!

Leave a Reply