UNI EROPA UBAH SANKSI SURIAH

Uni Eropa, 20 Rabiul Awal 1434/2 Maret 2013 (MINA) – Uni Eropa memperbaharui sanksi yang lebih intensif terhadap pemerintah Suriah dalam menyediakan peralatan militer dan pelatihan untuk kelompok-kelompok oposisi di negara itu.

Sebanyak 27 negara mengatakan pada Kamis bahwa mereka mengubah  sanksi terhadap Suriah dan memperpanjangnya sampai 1 Juni mendatang serta meringankan embargo senjata untuk membantu kelompok-kelompok oposisi yang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Salah satu perubahan sanksi Uni Eropa dilaporkan terkait dengan pemberian bantuan teknis, jasa perantara dan jasa lainnya untuk Koalisi Nasional Suriah dan Pasukan Revolusioner, demikian Prestv melaporkan yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Amandemen lainnya mengizinkan penyediaan peralatan militer dan kendaraan lapis baja untuk koalisi oposisi Suriah.

Seorang diplomat yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, bahwa memasok bantuan teknis kepada blok oposisi di Suriah akan memungkinkan instruktur dari negara-negara Uni Eropa menawarkan pelatihan dalam penggunaan peralatan yang membahayakan, namun tidak menyediakan peralatan yang mengakibatkan kematian.

Sanksi terhadap Suriah juga menargetkan perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemerintah Suriah dengan membekukan aset dan larangan visa.

Langkah-langkah baru yang diadopsi oleh impor minyak Uni Eropa juga melarang hubungan lebih lanjut dan memaksakan pembatasan pada perdagangan serta perjanjian keuangan Suriah.

Pada Kamis kemarin (1/3), disebut-sebut organisasi Friends of Suriah mengadakan pembicaraan dengan kelompok oposisi Suriah di ibukota Italia, Roma, dan menjanjikan dukungan materi lebih bagi oposisi di negara Arab itu.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga mengumumkan keputusan Washington untuk memberikan 60 juta dolar dalam bantuan baru untuk kelompok-kelompok oposisi yang beroperasi di Suriah pada hari yang sama.

Banyak personil keamanan dan warga yang tewas dalam kisruh Suriah selama dua tahun ini. Sementara, pemerinta Damaskus menuding dengan mengatakan yang memicu kerusuhan di negeranya adalah negara-negara Barat, terutama AS, dan sekutu-sekutunya.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply