RAKYAT MAROKO UNJUK RASA PROTES BIAYA HIDUP TINGGI

Ribuan massa turun ke jalan di Ibukota Maroko, Rabat pada Ahad (31/3).

     Rabat, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) – Ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes tingginya tingkat pengangguran dan biaya hidup di ibukota Maroko, Rabat, Ahad (31/3).

     Para demonstran memenuhi jalanan di Rabat untuk melawan tingkat pengangguran yang tinggi dan biaya hidup di tengah rencana pemerintah untuk bergerak maju dengan reformasi sosial dan ekonomi, rilis PressTV yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

      Pihak kepolisian mengatakan sekitar 3000 orang berkumpul dalam protes yang berlangsung damai tersebut. Mereka berjalan menuju gedung parlemen di pusat kota Rabat.

       Aksi protes tersebut diadakan oleh dua serikat buruh yang meneriakkan slogan-slogan menentang kebijakan pemerintah, menuntut hak-hak mereka dan kebebasan.

       Para aktivis dari Gerakan 20 Februari juga ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. Saksi mata mengatakan para pengunjuk rasa menuduh Perdana Menteri Abdelilah Benkirane mendorong Maroko terperosok ke dalam jurang kemiskinan.

       Bulan Desember lalu, orang turun ke jalan untuk memprotes air yang tinggi dan harga listrik. Banyak yang mengalami luka dalam bentrokan tersebut.

       Protes anti pemerintah pecah di Maroko pada 20 Februari 2011. Raja Maroko, Muhammad VI mengumumkan beberapa perubahan setelah aksi unjuk rasa tersebut, di antaranya mengamandemen konstitusi untuk membatasi kekuasaannya dan menyelenggarakan pemilu. Tapi para pengunjuk rasa tersebut merasa belum cukup puas dengan perubahan tersebut.

       Dalam beberapa tahun terakhir, Maroko menghadapi kesulitan ekonomi yang serius. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat pengangguran dan meningkatnya kadar kemiskinan. (T/P01/P02).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply