UNRWA: 400.000 PENGUNGSI PALESTINA TERKENA DAMPAK KONFLIK SURIAH

 Washington, 18 Jumadil Awal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – PBB dan UNRWA telah memperkirakan 400.000 pengungsi Palestina yang berada di Suriah kini terkena dampak konflik Suriah, angka tersebut mencakup hampir 5.000 orang melarikan diri ke Yordania dan sekitar 33.000 orang mencari suaka ke Lebanon.

UNRWA mengatakan bahwa ini merupakan pengungsi ganda, membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak karena eskalasi konflik Suriah yang terjadi sejak dua tahun terakhir.  Setidaknya 65 pengungsi Palestina  tewas di Suriah dalam beberapa minggu terakhir, termasuk lima anak-anak.

UNRWA menambahkan, meskipun konflik Suriah menimbulkan tingginya risiko kekerasan dimulai sejak bulan Maret 2011 namun lembaga bantuan  telah berhasil memberikan paket makanan, selimut, kasur dan perlengkapan kebersihan untuk 28.000 keluarga, dan 73.000 keluarga tambahan telah menerima bantuan tunai pada periode yang sama, seperti dilansir situs Middle East Monitor (MEMO) dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Seorang juru bicara UNRWA menekankan bahwa konflik di Suriah menyebabkan kematian dan perpindahan penduduk serta situasi kemanusiaan yang memburuk.  Daerah yang paling serius terkena dampak konflik Suriah adalah Damaskus, Aleppo, Daraa dan Homs.

Lebih dari 525.000 pengungsi palestina di Suriah, hampir 80 persen diantaranya tinggal di daerah Damaskus, sebagian besar pengungsi di seluruh Negara tinggal di sekitar kamp dekat dengan kota-kota besar seperti Homs, Hama, Aleppo, Latakia, dan Dera’a. 

Sebagian pengungsi Palestina bertahan dari keterlibatan konflik dan telah terperangkap dalam kekerasan,  kamp pengungsi menjadi target pemboman dalam konflik.  Pengungsi Palestina diperkirakan hidup dibawah garis kemiskinan,   Menurut laporan The Cepr (Council For European Palestinian Relations).

Suriah dilanda aksi kekerasan sejak konflik berdarah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dimulai pada Maret 2011. Saat ini sekitar 70.000 orang tewas, lebih dari 1 juta melarikan diri ke negara tetangga, 2 juta lainnya terpaksa menjadi pengungsi dan lebih dari 4 juta warga membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB (UN World Food Programme / WFP) mengatakan, sedang menghadapi tantangan berat dalam memperluas operasi darurat pemberian makan jutaan warga yang terkena dampak konflik. (T/P013/R2).

Mir’aj News Agency (MINA)

  

 

Leave a Reply