WAKIL PARLEMEN PALESTINA : KEADAAN MASJID AL AQSA 90 PERSEN KRITIS

Jakarta, 17 Jumadil Awal 1434/29 Maret 2013 (MINA) – Syeikh Abdurrahman Yusuf Al-Jamal, Wakil Parlemen Palestina di Jalur Gaza, mengatakan bahwa keadaan masjid Al aqsa saat ini 90 persen kritis.

“Keadaan masjid Al Aqsa saat ini bisa di bilang sangat kritis, atau 90 persen kritis,” katanya saat di temui wartawan MINA di Jakarta (28/3).

Pada kali kedua kunjungan ke Indonesia ini beliau menginformasikan tentang keadaan Al Aqsa di tengah-tengah perayaan paskah Yahudi.

Mengenai perayaan paskah yahudi di Masjid Al Aqsa kemarin, syeikh Al-Jamal yang juga Rois Ma’had Tahfidz Daar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza ini mengatakan “Alhamdulillah, tidak ada dari orang-orang Yahudi tersebut yang bisa berhasil memasuki ke dalam masjid Al Aqsa, karena setiap saat ada saja dari kaum muslimin yang selalu berjaga-jaga untuk tidak membiarkan orang Yahudi bisa menodai masjid Al Aqsa dan melakukan ritual didalamnya”.

Syeikh Al-Jamal kemudian menghimbau kepada kaum Muslimin agar memberikan sikap yang kongkrit mengenai hal ini, yaitu mengenai Masjid Al aqsa.

“Kita sebagai Muslim harus segera melakukan sikap yang tegas dan kongkrit, di antaranya kita bisa melakukan aksi solidaritas seperti longmarch, orasi atau unjuk rasa dan sebagainya,” katanya.

“Perlu juga adanya aksi dan tindakan untuk memberikan tekanan terhadap Zionis Israel melalui ormas-ormas, kelompok-kelompok agama, dan elmen-elmen masyarakat pada umumnya” tambahnya.

Dia menekankan bahwa dalam hal ini media juga harus berperan penting, media harus bisa memberi tekanan pula terhadap Zionis Israel.

“Pengenalan dan sosialisasi melaui media mengenai Masjid Al Aqsa kepada masyarakat umum juga harus ada, agar masyarakat segera sadar bahwa masjid Al Aqsa ini adalah sebuah urgensi yang harus diketahui dan harus kita perjuangkan” katanya.

Kaum muslimin seluruhnya harus pula membantu, mendukung dan menyokong yayasan-yayasan yang berada di Al Quds yang memang mereka membutuhkan sekali bantuan dari muslimin seluruhnya dalam memperjuangkan Masjid Al Aqsa ini.

Rekonsiliasi

Sementara itu, saat ditanya tentang rekonsiliasi, dia mengatakan bahwa perkembangan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. “Obama ada antara Hamas dan Fatah,” kata Wakil Parlemen Palestina di Jalur Gaza itu.

Menurutnya, meskipun keadaan Hamas dan Fatah tidak jauh beda dari sebelum rekonsiliasi maupun sudah rekonsiliasi, akan tetapi ada satu warna baru dan berbeda karena Obama ada di antara Hamas dan Fatah. Syeikh Al-Jamal mengatakan bahwa ada suatu rencana besar dalam kunjungan Obama ke Fatah beberapa waktu lalu itu.

Meski demikian, menurutnya pihak Hamas belum mengambil sikap atas kunjungan Obama ke faksi Fatah itu. “Pihak Hamas tetap berpedoman dan menjalankan visi misi sebelumnya,” tegasnya.

Amerika dan Zionis hingga hari ini terus berusaha menghalangi jalannya penyatuan antara Hamas dan Fatah, dan umat Islam pada umumnya. “Kita berharap dengan izin Allah akan segera tercapai hasil yang maksimal dalam usaha persatuan ini,” ujarnya.

Syeikh Jamal yang juga Rois Ma’had Tahfidz Daar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza hadir ke Indonesia dalam rangka program Waqaf Al-Qur’an yang diselenggarakan KISPA. Menurut informasi, Syeikh Al-Jamal akan berada di Indonesia selama beberapa hari kedepan.(L/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply