WAKIL PRESIDEN SUDAN RANGKUL GERAKAN PERLAWANAN

Khartoum, 16 Jumadil Awal 1434/27 Maret 2013 (MINA) – Wakil Presiden Sudan mencoba merangkul kelompok gerakan perlawanan dengan mengundang mereka dalam pembicaraan mengenai konstitusi baru, Selasa (26/3), Khartoum, lansir media Modern Ghana yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Kelompok gerakan perlawanan Sudan dipersilakan bergabung dalam pembicaraan konstitusi baru bagi negara,” kata seorang pejabat tinggi pemerintah.

Hal tersebut menunjukkan pemerintah merangkul kelompok yang telah lama menolak berdialog dengan rezim.

Tokoh undangan wakil presiden yang paling kuat di negara itu adalah Ali Osman Taha yang datang karena mencairnya ketegangan dengan tetangga Sudan Selatan.

Tuduhan Khartoum bahwa pemerintah Selatan di Juba mendukung kelompok Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N) menjadi hambatan besar bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Taha telah dikucilkan oleh Ketua SPLM-N Agar Malik dan Wakil Ketua Abdel Aziz Al-Hilu.

Namun pada konferensi pers pertamanya setelah lebih dari dua tahun, Taha menyeru kedua pimpinan SPLM-N tersebut, serta partai politik oposisi, untuk bergabung dalam proses pembuatan konstitusi.

“Agar Malik dan Abdel Aziz Al-Hilu memiliki hak yang sama, karena semua orang Sudan, untuk berpartisipasi dalam konstitusi baru,” kata Taha.

Sudan membutuhkan konstitusi baru untuk menggantikan dokumen 2005 berdasarkan kesepakatan damai yang mengakhiri 23 tahun perang saudara Sudan dan menyebabkan pemisahan Sudan Selatan pada Juli 2011. (T/P09)

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply