WARGA MALI DI MAURITANIA TUNTUT AKHIRI PELANGGARAN HAM MALI

Nouakchott, 1 Jumadil Awal 1434/12 Maret 2013 (MINA) – Puluhan orang Arab dan Tuareg Mali lakukan aksi protes di ibukota Mauritania, Nouakchott, Senin (11/3) selama kunjungan Presiden Mali Dioncounda Traore, menuntut diakhirinya pelanggaran hak asasi oleh tentara di tanah air mereka.

Sesuai laporan media ModernGhana.com, kerumunan berkumpul di luar istana presiden Mauritania dan meneriakkan slogan nyanyian mengutuk kampanye pembersihan etnis dan menuntut mengetahui keberadaan mereka yang “menghilang” yang ditutupi  Traore.

Demonstran mengecam impunitas (kekebalan hukum) dan kehadiran lanjutan milisi tanpa hukum yang telah diluncurkan terhadap orang-orang di Azawad, negara yang dimerdekakan secara sepihak oleh Gerakan Nasional Pembebasan Azawad (MNLA) di Mali pada 2012.

“Dioncounda (Traore) harus tahu bahwa kita adalah manusia yang menderita dan menolak dibunuh dengan darah dingin,” ratap pengunjuk rasa Ahmed Ould Sidi menangis.

Pasukan Perancis dan Chad memburu gerilyawan Islam Al Qaeda di Mali Utara menyusul intervensi pimpinan Perancis untuk memaksa kelompok gerilyawan keluar dari kota-kota yang  mereka rebut tahun lalu.

Menjelang keberangkatannya Traore mengatakan kepada wartawan bahwa Mali bertekad untuk menindak pelanggaran yang menurut beberapa saksi telah menjadi ciri dari operasi militer untuk memulihkan wilayah utara.

“Dalam situasi perang seperti Mali mungkin ada pelanggaran di sana-sini,” katanya.

“Tapi yang pasti adalah pemerintah Mali dan saya bertekad untuk memastikan terlebih dahulu bahwa kami meminimalkan pelanggaran dan siapapun – sipil atau militer – yang terbukti bersalah dari kejahatan ini dapat membela diri sebelum mereka diadili,” tambah Traore. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply