WARGA MAROKO TUNTUT BEBASKAN DEMONSTRAN DI ARAB

Rabat, 22 Rabiul Awal 1434/4 Maret 2013 (MINA) – Warga Maroko menggelar aksi protes di jalan kota Rabat, Ahad (3/3) menuntut pembebasan demonstran di Arab Saudi, termasuk para perempuan, Press TV melaporkan.

Demonstran Maroko turun ke jalan menyeru Riyadh agar membebaskan para tahanan politik yang ditahan selama protes anti-pemerintah.

Protes itu sebagai reaksi atas penangkapan terhadap lebih dari 300 orang oleh pasukan keamanan Saudi, termasuk 15 perempuan, selama protes anti-rezim di pusat kota Buraidah pada 1 Maret.

Di hari yang sama, Amnesty International mengecam penangkapan pengunjuk rasa di Buraidah, Riyadh utara, yang menggelar demonstrasi damai untuk membebaskan lebih dari 50 wanita dan anak-anak yang ditahan setelah protes serupa sebelumnya 27 Februari.

Menurut sumber kantor berita resmi Arab Saudi (Saudi Press Agency/SPA), kepolisian menangkap para pengunjuk rasa di Arab karena menolak membubarkan diri. Mereka menggelar aksi di depan kantor Biro Investigasi di Buraidah.

“Ini kucing dan tikus, permainan otoritas di Arab Saudi sedang berlangsung, secara sederhana ini keterlaluan,” kata Philip Luther, direktur Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Daripada menganiaya demonstran yang damai, pemerintah Saudi harus mendengarkan tuntutan mereka dan melepaskan semua yang ditahan semata-mata untuk melaksanakan hak asasi manusia,” tambahnya.

Menurut pernyataan Amnesti, para pengunjuk rasa menggelar aksinya untuk pelepasan lebih dari 50 perempuan dan anak-anak yang ditahan setelah demonstrasi serupa lainnya dua hari sebelumnya (27/2).

Para perempuan ini menuntut pembebasan kerabat mereka yang dipenjara tanpa tuduhan atau proses pengadilan.  Beberapa perempuan yang berunjuk rasa juga menyerukan pemecatan menteri dalam negeri yang mengatakan “kritik terhadap negara tidak ditoleransi”.  

Aktivis Saudi mengatakan ada lebih 30.000 tahanan politik, mereka ditahan di penjara-penjara seluruh Kerajaan.

Menurut aktivis, sebagian besar pemikir politik yang ditahan oleh pemerintah tanpa pengadilan atau tuduhan yang sah dan telah ditangkap karena hanya terlihat mencurigakan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply