YAHUDI AMERIKA TOLAK KEDATANGAN ISRAEL

Washington, 21 Rabiul Akhir 1434/3 Maret 2013 (MINA) – Lembaga Yahudi Amerika menyatakan penolakannya terhadap kedatangan Komite Lobi  Israel untuk Amerika (AIPAC) dalam sebuah iklan di  Metro Washington.

Iklan billboard itu muncul di stasiun kereta bawah tanah utama di pusat kota Washington DC yang menampilkan wajah Yahudi Amerika mengatakan dengan berani bahwa AIPAC tidak akan berbicara dengan kami. “Kebanyakan orang Amerika Yahudi pro-perdamaian. Sedangkan AIPAC suka dengan peperangan,” kata iklan tersebut.

Ada sekitar 100 iklan billboard di area transit itu yang bertuliskan “AIPAC tidak akan bicara dengan Yahudi Amerika.” Hal itu menunjukkan bahwa hubungan Israel dengan Yahudi di Amerika sudah mulai  tidak harmonis.

Rebecca Vilkomerson, direktur eksekutif Jewish Voice for Peace, mengatakan, “AIPAC adalah lembaga Israel yang bertugas melakukan lobi terhadap kebijakan luar negeri Amerika. Mereka bertujuan untuk mendapatkan dukungan politik dan dana sebanyak-banyaknya dari Amerika. Mereka tidak ingin mencari perdamaian, tapi mengobarkan peperangan dengan bangsa-bangsa lain”.

Menurut laporan kantor berita Rusia RT.com, warga Yahudi Amerika memang sudah lama merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah Tel Aviv khususnya terhadap masalah Gaza dan pendudukan Palestina yang tidak pernah mencapai kesepakatan. Hal ini membuat orang-orang Yahudi Amerika merasa semakin terasing dari Israel.

“Apakah AIPAC Tidak menganggap kami sebagai partnernya lagi? Apakah Mereka  lupa bahwa dulu kami yang memperjuangkan mereka dengan dana anggaran Amerika  yang mengalir ke kantong Israel?” kata seorang juru bicara Yahudi Amerika untuk perdamaian.

AIPAC sendiri adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh Israel untuk melakukan lobi-lobi politik di Amerika. Tujuan utamanya adalah agar Israel tetap mendapatkan dukungan politik dan bantuan dana dari Amerika untuk eksistensi  negara  itu di Timur Tengah.  

Selama ini  Israel memang banyak mendapatkan kucuran dana dari pemerintah Amerika. Setiap tahunnya, pemerintah Amerika mengucurkan bantuan dana segar kepada Israel sedikitnya  $ 760.000.000, atau sekitar Rp. 7,4 triliyun. Dana itu belum termasuk bantuan militer sebesar  $ 3 miliar , atau sekitar Rp. 29 triliyun.

Pada Jum’at (1/3) lalu, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dalam sebuah rapat parlemen mengatakan bahwa Wahington tidak akan mengucurkan dana kepada Israel pada tahun 2013 ini.

Sang presiden menyatakan selama krisis ekonomi Amerika belum pulih, maka  pemerintah tidak akan memberikan uangnya ke negara Yahudi tersebut. Pemerintah Amerika saat ini menghadapi PHK besar-besaran, pengangguran yang terus meningkat dan merosotnya nilai mata uang dolar Amerika adalah penyebab utama terjadinya krisis di Amerika.

Obama juga menyatakan dalam kongges tersebut bahwa pemerintahannya saat ini harus berjuang untuk mencicil  utang Amerika yang telah mencapai  $ 16,6  triliun.  (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply