YAHUDISASI AL-QUDS, PENJAJAH ISRAEL SELENGGARAKAN MARATHON PROVOKATIF

Peta Rite Marathon Penjajah IsraelAl-Quds (Yerusalem), 20 Rabiul Akhir 1434/2 Maret 2013 (MINA) – Sebagai bagian dari upaya penjajah Israel untuk mensosialisasikan program-program yahudisasi dan untuk menekan warga Palestina agar keluar dari Al-Quds (Yerusalem), selama tiga tahun berturut-turut pemerintah penjajah Israel menyelenggarakan “Marathon Al-Quds” yang dimulai pada awal Maret ini.

Menurut Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan, pemerintah penjajah Israel mengklaim “Marathon menceritakan kisah Al-Quds selama 3000 tahun terakhir”. Hal ini disponsori oleh perusahaan dan organisasi Israel serta beberapa dari organisasi internasional.

“Sponsor utama dari kegiatan tersebut adalah perusahaan olahraga internasional “New Balance” dan perusahaan “Israeli Lottery & Winner,” kata yayasan Al-Aqsha seperti dikutip Quds Media Center yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu dini hari (1/3).

Penjajah zionis memanfaatkan acara itu untuk mengokohkan yahudisasi terhadap Al-Quds yang didalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha serta negeri Palestina pada umumnya.

Yayasan Al-Aqsa menjelaskan, Marathon akan mencakup beberapa jalur yang menyeberangi wilayah Al-Quds (Yerusalem) yang sedang dijajah. Rute maraton itu melewati beberapa wilayah di Al-Quds Timur yang berada di bawah hukum internasional.

Pemerintah penjajah Israel sedang mencoba untuk menghubungkan kegiatan marathon dengan sejarah Ibrani Yahudi yang mereka buat sendiri. Mereka telah menyebarkan sejarah yang dibuat itu secara online dalam banyak versi bahasa di mana mereka memalsukan sejarah Al-Quds dari sejarah yang sebenarnya. Penjajah Israel mencoba untuk membuat baru “kuil yang mereka klaim”.

Yayasan Al-Aqsa meyakinkan, rute dan tempat pemberhentian Marathon yang dipilih dengan hati-hati dan berjudul provokatif  “Mari kita temukan Al-Quds” menggunakan fakta-fakta yang dibuat sendiri. Salah satu contohnya adalah “Penguasa Sejarah” yang berbicara tentang era kuil pertama dan kedua yang mereka klaim, menggambarkan sejarah fantasi orang-orang Yahudi di daerah Sharaf dari Kota Tua Al-Quds dimana penjajah Israel menyebutnya dengan “Daerah Yahudi” saat ini. Mereka berbicara tentang fantasi heroik Yahudi di Menara Daud yang sebenarnya adalah Masjid.

Mereka juga mengklaim memiliki lokasi lain di Kota Tua Al-Quds, seperti Sinagog Kharab dan Museum Israel yang memiliki sebuah kuil besar. Bangunan itu dibuat menggunakan desain murahan untuk menghapus akar sejarah arab dan Islam.

Menurut informasi dari pemerintah kota, Marathon dimulai pada Jum’at (1/3), dimulai dari kantor parlemen (Knesset) Israel dan Museum Israel. Sekitar 1.700 peserta dari 52 negara dan 17.000 peserta dari daerah Palestina yang dijajah Israel berpartisipasi dalam acara Marathon itu.

Pilihan hari Jum’at sebagai hari untuk menggelar marathon penjajah Israel dalam rangka menghalangi jama’ah muslim Palestina menuju Masjid Al-Aqsha.

Maraton akan dibagi ke dalam kategori yang berbeda jarak yaitu kategori jarak jauh menempuh perjalanan 42,2 km, kategori Sedang 21,1 km, kategori jarak pendek 10 km, kategori nasional 4,2 km, dan kategori Jarak 800 meter.

Dalam reaksi melawan marathon itu, beberapa organisasi Palestina menjalankan aneka kegiatan olahraga seperti sepak bola, tarian ras dan Dabkeh di beberapa lokasi.

Mufti Al-Quds Kecam Marathon

Sementara itu, Mufti Besar Al-Quds, Syeikh Muhammad Hussein mengecam lomba marathon yang dilakukan penjajah Israel itu karena penjajah Israel sengaja melintasi jalur milik warga Palestina dan menggunakan situs keagamaan dan tempat bersejarah di Al-Quds sebagai propaganda untuk memutarbalikkan fakta dengan tujuan menghapus karakter Arab dan Islam di kota tua itu. 

Bahkan, peserta memakai kaos dan celana pendek, dan perempuan tidak berjilbab, berlari keliling jalan-jalan Al-Quds tidak jauh dari kawasan Masjid Al-Aqsa. 

Sebelumnya, 16 Maret 2012,sekitar 15.000 pelari dari berbagai negara ambil bagian dalam International Jerusalem Marathon. Event olahraga internasional itu mendapat kecaman dunia, karena rutenya sebagian melewati wilayah timur Al-Quds yang merupakan wilayah Palestina. Rute tersebut juga melewati jalan-jalan di sekitar Masjid Al-Aqsa.

Akibat ulah Israel waktu itu, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengumumkan memboikot perusahaan peralatan olahraga Adidas, terkait sikap perusahaan tersebut sebagai sponsor marathon Israel.

Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds adalah satu kesatuan. Al-Quds meliputi seluruh tembok yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsha. Saat ini Al-Quds berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.

Syeikh Hussein meminta badan dunia seperti Organisasi Kerjasama Islam (Organization of Islamic Cooperation/OIC), Lembaga Islam yang menangani budaya (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization/ISESCO), Lembaga PBB yang menangani budaya (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO), ikut bertanggung jawab melindungi situs-situs  Islam dan bangunan bersejarah di Al-Quds.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply