ENAM BELAS RESTORAN DI TAIWAN PEROLEH SERTIFIKAT HALAL

Taipei, 21 Jumadil awal 1434/2 April 2013 (MINA) – Enam belas restoran di Taiwan mendapatkan sertifikat halal, menjadikan sebagai perusahaan yang dipercaya melayani dan menyediakan makanan sesuai syari’at Islam.

Menurut laporan ABNA yang diterima MINA, Selasa (2/4), pemberian sertifikat halal diberikan pada sebuah acara di Taipei.

Pemberian sertifikat halal itu merupakan bagian dari upaya Taiwan untuk lebih banyak menarik perhatian wisatawan Muslim dalam memperluas sektor pariwisatanya.

Sertifikat halal itu dikeluarkan oleh Biro Pariwisata Taiwan bekerja sama dengan Asosiasi Muslim Cina untuk restoran yang berbasis di wilayah Taipei, New Taipei, Taoyuan, Taichung,Tainan, Hualien dan Taitung.

Menurut Asosiasi Muslim Cina, pemberian sertifikasi halal bagi 16 restoran di Taiwan itu menjadikan total 31 restoran di seluruh negara Taiwan yang kini telah mendapat sertifikasi sebagai restoran halal, yang berarti tidak melayani makanan tertentu seperti daging babi atau anggur yang tidak diperbolehkan dalam hukum  Islam.

Restoran yang telah diberis sertifikat hala tersebut menawarkan berbagai macam makanan bercita rasa dari Thailand, India, Turki dan Mesir.

Wakil Direktur Jenderal Biro Pariwisata Taiwan, Liu His-lin, mengatakan, orang dari berbagai negara dan agama akan memiliki kebutuhan yang berbeda pula. “Kunci untuk mengembangkan pariwisata Taiwan adalah dengan menunjukkan penghargaan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang beragam,” kata Liu.

“Pariwisata Taiwan bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari berbagai negara, seperti negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah dengan membuat mereka seperti berada di rumahnya sendiri” tambah Liu.

Liu juga mengatakan, Biro Pariwisata Taiwan telah bekerja sama dengan Asosiasi Muslim Cina untuk membantu membangun industri pariwisata dalam memenuhi kebutuhan pengunjung Muslim.

“Turis Muslim adalah bagian penting dari pasar wisata global,” kata Liu, Ia menambahkan bahwa populasi Muslim  mencapai 20 persen dari populasi dunia.

Sekretaris Jenderal Muslim Cina, Salahudin Ma, mengatakan, pemandu wisata juga mempunyai peran penting dalam membantu memperluas Pemasaran wisata Muslim.

“Untuk membantu mempromosikan Taiwan sebagai tempat pariwisata Muslim, asosiasi telah melatih pemandu wisata dan memproduksi brosur perjalanan khusus untuk umat Islam,” ujar Salahudin.

“Dengan demikian, kami berharap dapat membantu tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pariwisata saja tetapi meningkatkan kualitas pariwisata,” tambahnya.  (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

  

 

 

 

Leave a Reply