160.000 PENGUNGSI PALESTINA HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN

Lebanon, 25 Jumadil Awal 1434/6 April 2013 (MINA) – Sekitar 160.000 warga Palestina hidup di bawah garis kemiskinan di kemah-kemah pengungsi di Lebanon. Duta besar Beirut, Ashraf Dabour, mengatakan kepada Ma’an News Agency dan dipantau MINA bahwa hampir 13.000 pengungsi Palestina hidup dalam garis kemiskinan di Lebanon. 

Pemerintah Lebanon telah melarang 75 profesi untuk Pengungsi Palestina di Lebanon. “Menggeluti salah satu karir dianggap sebagai pelanggaran hukum oleh pemerintah Lebanon,” kata Dabour. 

Parlemen Lebanon telah membuat undang-undang pembatasan akses pengungsi Palestina untuk bekerja. Dabour mengatakan bahwa sektor kesehatan Palestina di Libanon berhutang sekitar $2 juta. 

“Ada beberapa prosedur medis dan program jaminan kesehatan di Lebanon yang tidak mampu kita tanggulangi, dan dengan ini saya mendesak pengusaha Arab dan Palestina untuk membantu rakyat kita di kemah-kemah pengungsian di Lebanon,” tegasnya.

Ketika ditanya tentang pemerintah Otoritas Palestina dalam membantu pengungsi di Lebanon dan telah meringankan penderitaan masyarakat Palestina di Lebanon, Dabour mengatakan bahwa pemerintah yang berbasis Ramallah telah melakukan yang terbaik.

“Tapi Palestina sendiri sedang menghadapi krisis keuangan dan yang menghambat untuk membantu pengungsi Palestina di Lebanon,” tegasnya. (T/P015/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply