57 ORGANISASI ISLAM DESAK PBB ATAS KEKERASAN TERHADAP MUSLIM ROHINGYA

Burma, 7 Jumadi Akhir 1434/15 April 2013 (MINA) – Dalam sebuah pernyataan, Minggu (14/4), dikeluarkan pada pertemuan di Arab Saudi, 57 badan organisasi Islam mendesak Komisi HAM PBB atas kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar untuk mengirim misi pencari fakta ke negara Asia Tenggara. Pernyataan itu mendesak pemerintah Myanmar untuk sangat merespon banding organisasi dan memungkinkan delegasi OKI untuk mengunjungi negara itu. Demikian berita yang dilansir ABNA yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Pada bulan Maret, lebih dari 40 orang tewas, sejumlah masjid dan rumah-rumah Muslim dibakar di pusat Myanmar, menunjukkan kenaikan dalam penganiayaan umat Islam di negara ini.

Dewan Urusan Agama Islam Myanmar dan Myanmar Muslim Nasional Urusan Organisasi mengajukan banding ke pemerintahan, Presiden Thein Sein, untuk mengambil tindakan segera menghentikan serangan kekerasan.

Insiden kekerasan terakhir rupanya terjadi setelah berturut-turut antara seorang pemilik toko emas Muslim dan pelanggan Budha di kota Meiktila.

Menurut laporan media pada Jumat (12/4), sebuah pengadilan di Myanmar menghukum pemilik toko emas, istri dan seorang karyawan sampai 14 tahun penjara dengan alasan pemilik toko memukul pelanggan Buddha dalam perdebatan atas sebuah jepit rambut emas.

Pada tanggal 28 Maret, Pelapor Khusus PBB tentang Hak Asasi Manusia di Myanmar, Tomas Ojea Quintana mengatakan, ia telah menerima laporan bahwa tentara Myanmar dan polisi kadang-kadang berdiri, sementara kekejaman telah dilakukan di depan mata mereka oleh terorganisir massa Buddha di pusat kota Meiktila.

Minoritas Muslim Rohingya di Myanmar menyumbang sekitar lima persen dari populasi negara itu hampir 60 juta. Minoritas yang dianiaya telah menghadapi penyiksaan, pengabaian, dan represi sejak negara itu merdeka pada 1948.

Tahun lalu, sejumlah warga Rohingya tewas ketika ekstrimis Budha melakukan kekejaman terhadap kaum Muslim di negara bagian barat Rakhine, ribuan Rohingya juga mengungsi. Pemerintah Myanmar telah berulang kali dikritik karena gagal untuk melindungi Muslim Rohingya.(T/P014/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply