ABBAS AKAN HADIR DI KAIRO SEBAGAI WAKIL RAKYAT PALLESTINA

Ramallah, 21 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) – Presiden Palestina Mahmud Abbas akan menghadiri pertemuan Liga Arab di Kairo, Mesir sebagai tindak lanjut dari KTT Doha, Qatar untuk mewakili rakyat Palestina secara keseluruhan.

Pernyataan Abbas tersebut disampaikan saat acara penanaman pohon pohon zaitun di kota Al-Bireh, Ramallah dalam rangka memperingati Hari Tanah Dunia ke-37 pada Senin (1/4). Maan melaporkan seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Sekali lagi saya katakan bahwa saya akan datang ke Kairo atas nama rakyat Palestina dalam rangka melanjutkan proses rekonsiliasi bersama-sama dengan Hamas dan faksi-faksi lainnya untuk masa depan Palestina yang lebih baik,” kata Abbas.

“Kami menginginkan rekonsiliasi tersebut bisa menghasilkan suatu kemajuan yang berarti bagi rakyat Palestina, dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat melaksanakannya,” tambah sang Presiden.

Pada pertemuan puncak Liga Arab yang diadakan di Doha pekan lalu, Emir Qatar Hamad bin Khalifa al-Thani menyerukan pertemuan lanjutan yang akan diadakan di Kairo untuk membahas lebih lanjut tentang rekonsiliasi di Palestina.

Menurut surat kabar Saudi Ash-Sharq Al-Awsat, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa pimpinan Liga Arab harus kembali menjadi mediator dalam proses lanjutan rekonsiliasi Palestina.

Abbas juga mengatakan bahwa rekonsiliasi itu sebenarnya tidak sulit. Masing-masing pihak telah sepakat untuk melaksanakan dua isu utama yaitu membentuk pemerintah sementara dan menyelenggarakan pemilu.

“Proses rekonsiliasi Palestina tidak membutuhkan prosedur baru. Pada prinsipnya, titik-titik perbedaan pendapat antara kami sangat kecil dan itu hanya menyangkut hal-hal yang bersifat teknis. Pemilihan akan diadakan dalam tiga bulan. Komisi Pemilihan Umum Palestina telah menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan persiapan untuk pemungutan suara,” tambahnya lagi.

Mengenai kesepakatan yang ditandatanganinya dengan Raja Yordania Abdullah pada hari Ahad (31/3) mengenai kerjasama untuk menjaga dan menyelamatkan situs-situs sejarah di Al Quds (Yerussalem), Abbas mengatakan bahwa itu adalah peneguhan dari perjanjian yang telah ditandatangani oleh ayah Abdullah, Raja Hussein.

Abbas mengatakan ia telah membahas peran Yordania di Yerusalem dengan Raja Hussein pada tahun 1988. Ketika itu Jordania merupakan partner setis rakyat Palestina dalam perjuangannya melawan penjajah Zionis Israel.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply