ABBAS : PERSATUAN PALESTINA PRIORITAS UTAMA

Ramallah, 17 Jumadil Akhir 1434/27 April 2013 (MINA) – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyerukan kepada semua elemen masyarakat Palestina untuk menjadikan persatuan nasional Palestina sebagai prioritas utama untuk menghadapi penjajahan Israel.

Abbas mengatakan hal itu di Kairo, Mesir dalam acara pemilihan Dewan Nasional Palestina sebagai tindak lanjut dari proses rekonsiliasi yang dimediasi pemerintah Mesir, Sabtu (27/4).

“Semua elemen masyarakat dan faksi –faksi di Palestina harus bersatu sebagai kunci utama mewujudkan kemerdekaan Palestina. Penjajahan Israel atas Palestina hanya bisa dihentukan dengan persatuan,” kata Abbas seperti dikutip Ma’an News yang dipantau Mi’raj news Agency (MINA) di Jakarta.

Dengan langkah ini, menurut Abbas akan sejalan dengan deklarasi Doha dan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya di Kairo pada 8 Februari 2013 lalu yang akan mengaktifkan dan mengembangkan lagi Organisasi Pembebasan Palestina.

Abbas menekankan, para peserta konsolidasi itu telah sepakat untuk menetapkan tanggal untuk pemilihan presiden dan pemilihan Dewan Nasional (DPR) Palestina.

Abbas mengagendakan pertemuan tersebut akan menghasilkan dua keputusan, pertama pembentukan pemerintahan teknokrat, dan kedua menetapkan tanggal pemilu Palestina. Dia menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum Pusat telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan melakukan data pemilih di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sementara itu, pemimpin Hamas, Khalid Misy’al menilai, rekonsiliasi yang dilakukan Hamas dan Fatah terus mengalami kemajuan dan akan terus dilanjutkan. Hal tersebut diungkapkan Misy’al dalam kunjungannya ke Yordania bertemu dengan Raja Abdullah II dan kunjungan ke Qatar dalam konferensi Doha.

“Saya optimis dengan proses rekonsiliasi Palestina, komunitas internasional harus mengerti bahwa Palestina harus segera menghentikan perseteruan internalnya. Memang masih ada beberapa isu yang menjadi hambatan dalam proses rekonsiliasi, seperti masalah pemilu dan visi masa depan Palestina. Namun saya yakin hambatan tersebut akan dapat segera dicari jalan tengahnya,” kata Misy’al.

Sebelumnya, Raja Abdullah juga memberikan dukungannya terhadap proses rekonsiliasi tersebut. Ia menilai rekonsiliasi itu sebagai langkah strategis untuk mewujudkan persatuan Palestina dalam mencapai kemerdekaannya.

“Membantu Palestina menjalankan proses rekonsiliasi merupakan hal yang mendasar apabila kita ingin melihat Palestina meraih haknya menjadi negara yang berdaulat,” kata Raja Abdullah setelah melakukan pembicaraan dengan Misy’al. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply