AKTIVIS MAVI MARMARA TETAP GUGAT ISRAEL

Ankara, 28 Jumadil Awwal 1434/9 April 2013 (MINA) – Aktivis Kemanusiaan Pro Palestina Turki tetap melayangkan gugatan terhadap Israel, Senin (8/4) atas tindakan kejahatan terhadap relawan di atas kapal Mavi Marmara tahun 2010.

“Ini bukan masalah kompensasi atau akan menyerah atas persidangan tersebut sampai blokade Israel terhadap Gaza dibuka,” kata Musa Cogas, seorang aktivis yang berada di kapal Mavi Marmara, seperti dilaporkan ahramonline. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan ucapan permintaan maaf atas kematian sembilan warga Turki dalam serangan tersebut.

Dalam pantauan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), permintaan maaf yang didukung pemerintah Amerika Serikat (AS) diharapkan Israel dapat mengakhiri tiga tahun krisis diplomatik antara Israel dan Turki, dengan jaminan kompensasi bagi keluarga korban.

Namun hal itu tidak berlaku bagi para relawan kemanusiaan aktivis pelayaran Mavi Marmara.

“Permohonan maaf  Israel sebagai bentuk pengakuan atas kejahatannya memang akan memiliki pengaruh diplomatik. Tetapi hal itu tidak akan berarti apa-apa bagi kami para relawan,” kata Ahmet Varol, seorang kolumnis untuk harian Islam Turki, yang juga ikut serta berada di kapal Mavi Marmara tersebut.

“Armada aktivis Pro-Palestina berlayar untuk membuka blokade Israel atas Gaza dan itu belum selesai sebab kami belum sampai di sana,” kata Varol.

Jaksa pada sidang pengadilan di Turki November lalu menuntut hukuman penjara seumur hidup bagi empat komandan militer tentara Israel atas serangan terhadap kapal Freedom Flotilla Mavi Marmara tahun 2010. Putusan belum final karena masih menunggu sidang berikutnya yang dijadwalkan 20 Mei mendatang.

Dari perspektif hukum, walaupun Israel berusaha minta maaf dan memberikan pembayaran kompensasi, hal itu tidak akan berpengaruh pada penarikan gugatan atas tuntutan tindak pidana, ungkap pengacara penggugat .

Sementara itu, para pejabat Israel meras berang dan dengan serta merta menyalahkan pemerintah Turki, karena telah mengizinkan pelaksanaan sidang tuntutan kepada komandan militer Israel.

Pejabat Turki sebelumnya mengatakan, permintaan maaf dan pengajuan kompensasi Israel dapat mempengatuhi penarikan gugatan. Akan tetapi aktivis kemanusiaan bersikeras bahwa mereka akan tetap menggugat kasus ini sampai mendapatkan keadilan. (T/P012/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply