AKTIVIS MAVI MARMARA TUNTUT ISRAEL TETAP DIADILI

Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1434/27 April 2013 (MINA) – Aktivis Mavi Marmara tetap melanjutkan gugatan terhadap Israel meskipun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah meminta maaf kepada Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan terkait penyerangan konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla tiga tahun lalu.

Dalam rilis yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (27/4) menyebutkan, permintaan maaf yang disampaikan Netanyahu kepada Erdogan merupakan sebuah pengakuan kesalahan dan tidak akan menghentikan persidangan internasional yang selama ini berlangsung.

“Permintaan maaf itu menandakan pengakuan kesalahan dan tidak akan menghapus jejak kriminal yang telah dilakukan,” ungkap Komite Hukum Mavi Marmara melalui rilis tersebut.

Insani Yardim Vakfi (IHH) sebagai pihak penyelenggara menyebutkan, permintaan maaf ini tidak akan mempengaruhi keputusan-keputusan yang telah ditetapkan pada sidang yang menjerat empat jenderal Israel yang bertanggung jawab terhadap serangan tersebut.

Permintaan maaf ini sebenarnya merupakan syarat dari Turki kepada Israel yang ingin memperbaiki kembali hubungan bilateral antara Turki dengan Israel setelah sempat pecah pasca penyerangan tersebut. Selain syarat itu, Turki juga memberikan syarat untuk mencabut blokade Israel atas Gaza dan memberi kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal dalam serangan yang terjadi di perairan internasional tersebut.

IHH akan kembali melanjutkan persidangan tersebut pada 20-21 Mei 2013 yang rencananya akan dihadiri oleh seluruh aktivis yang selamat dalam serangan tersebut.

IHH juga menegaskan akan terus melanjutkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan bagi rakyat Palestina dan Gaza pada khususnya. Oleh karena itu, IHH tidak akan berhenti memperjuangkan hak yang sah bagi rakyat Palestina sehingga orang-orang (Israel) yang terlibat dalam kriminal perang ini bisa dibawa ke pengadilan internasional. (L/P01/P02).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply