AKTIVIS SURIAH LAPORKAN PEMBANTAIAN DEKAT DAMASKUS

 

aleqt

Damaskus, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Aktivis Suriah melaporkan, setidaknya 80 orang, termasuk perempuan dan anak-anak telah tewas di ibukota negara itu, Damaskus.

“Banyak dari mereka yang dieksekusi oleh pasukan pemerintah di sebuah rumah sakit darurat di kota Jdeydet al-Fadel,” kata Lembaga Penelitian HAM untuk Suriah yang berbasis di Inggris (Syrian Observatory for Human Rights/SOHR) dalam rilisnya, Ahad (21/4), seperti dikutip AlJazeera yang dipantau MINA.

Laporan itu muncul dari pemimpin kelompok oposisi Suriah ternama yang mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Moaz al-Khatib, presiden Koalisi Nasional Suriah (Syrian National Coalition/SNC), mengajukan pernyataan pengunduran dirinya di halaman Facebook organisasi yang dipimpinnya, Ahad (22/4). SNC mengatakan, akan membahas masalah itu pada pertemuan berikutnya, tanpa memberikan kepastian waktu.

Khatib, seorang pengkhotbah Muslim terkemuka dipandang sebagai tokoh pemersatu dan moderat, mencoba untuk berhenti dari jabatannya pada bulan kemarin, menyebutkan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan internasional dan hambatan yang dilakukan oleh negaranya sendiri.

Koalisi menolak pengunduran diri Khatib dan setuju untuk bertahan hingga enam bulan sebagai persyaratan yang berakhir pada Mei mendatang.

Mayat yang ditemukan

SOHR juga melaporkan, lembaga itu mencatat nama-nama 80 korban tewas dan jumlah tersebut akan meningkat. SOHR mengklaim, sejumlah mayat ditemukan di Jdeydet al-Fadel, tepatnya di pinggiran kota Damaskus.

“Pejuang oposisi ditarik keluar dari kota pada Sabtu kemarin karena mereka kehabisan amunisi,” terang SOHR.

Sementara itu, pada Ahad pagi, pasukan pemerintah telah menguasai penuh daerah tersebut. Pembunuhan dilaporkan terjadi selama empat hari pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang anti-rezim. “Banyak yang tewas dalam aksi pemboman dan eksekusi mati,” jelas SOHR.

Kekerasan juga berkecamuk di wilayah Muslim Sunni dari kota yang mayoritas Kristen di wilayah Jdeydet Artuz dan di benteng oposisi Daraya, tempat pertempuran sengit selama beberapa bulan terakhir.

SNC menuduh tentara pemerintah melancarkan serangan ganas di wilayah selatan dan barat kota Damaskus.

“Wilayah Jdeydet al-Fadel dan titik rawan lainnya mengalami pengepungan dan mereka mencabut dari semua kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia,” kata SNC, Sabtu (20/4).

Sejak tahun lalu, pasukan pemerintah Suriah telah mencoba untuk membasmi oposisi yang diposisikan barat daya dan timur Damaskus dalam upaya untuk mengamankan ibukota Suriah.

Pertempuran di sepanjang wilayah perbatasan meletus dalam beberapa pekan terakhir. Pada Sabtu (20/4), pasukan pemerintah merebut desa Radwaniyeh dan Tel al-Nabi Mando.

Pasukan rezim menembaki desa Abu Houri, Saqarigh, Nahriyeh, dan Ein al-Tanour di wilayah Qusair pada Ahad (21/4), menurut SOHR. Setidaknya empat oposisi tewas dalam pertempuran itu. (T/P08/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply