AL-QAEDA SANGKAL PEMIMPIN AQIM DIBUNUH

Riyadh, 26 Jumadil Awal 1434/7 April 2013 (MINA) – Sebuah situs forum internet Islam, SITE, yang berbasis di Amerika Serika mengungkapkan  Jum’at (5/4) bahwa Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), menyangkal pernyataan Perancis yang telah membunuh pemimpin kelompok itu di Sahara, seperti yang dilansir Independent Online, Sabtu dan dipantau MINA.

Situs monitor intelijen itu menyebutkan gerakan Al-Qaeda cabang  Afrika Utara itu menyatakan klaim Perancis itu adalah “kesalahan  terang-terangan”.

Dalam pernyataanya, AQIM tidak menyebutkan nama pemimpinnya, tetapi tampak merujuk ke Abdelhamid Abou Zeid, yang kematiannya di Mali bulan Februari dikonfirmasi dengan pasti oleh Paris, 23 Maret.

Pernyataan itu mengancam “hari-hari gelap” untuk Perancis di Afrika Utara dan Barat.

Pasukan Perancis meluncurkan intervensi udara dan darat di Mali 11 Januari melawan pasukan Islam yang merbasis di pegunungan utara negara itu.

“Presiden Republik Perancis menegaskan dengan pasti kematian Abdelhamid Abou Zeid setelah serangan tentara Perancis,” kata Paris dalam sebuah pernyataannya.

Namun, AQIM mengatakan pernyataan Perancis itu didorong oleh peringkat rendahnya jajak pendapat pemerintah.

“Ini adalah kekeliruan terang-terangan oleh Presiden Hollande yang memiliki popularitas  rendah dan partainya terperosok dalam skandal keuangan dan moral, dalam rangka untuk menipu publik Perancis dan global tentang pencapaian kemenangan, untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang , di dalam dan luar negeri, “katanya.

Nasib Abou Zeid dan komandan lain Al-Qaeda, Belmokhtar, yang diduga dalang  serangan Aljazair yang menewaskan lebih dari 60 orang, telah simpang siur  sejak Chad, yang berjuang bersama Perancis di Mali, melaporkan kematian mereka pada bulan Maret.

Ennahar TV Aljazair, yang terhubung dengan layanan keamanan Aljazair, mengatakan akhir bulan lalu seorang komandan baru, Djamel Okacha, telah ditunjuk menggantikan Abou Zeid.

Sumber keamanan Aljazair mengatakan Okacha, dikenal sebagai Abu Yahia El Hamam, bergabung dengan AQIM di Mali Utara tahun 2004.

Namun, pernyataan AQIM yang dipublish oleh SITE mengatakan Hamam belum dipasang menggantikan Abou Zeid, tapi sebenarnya diganti pemimpin lain, Nabil Abu Alqamah, yang pernah dikabarkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu.

Dikatakan Alqamah telah dipasang delapan bulan yang lalu, dan hampir lima bulan sebelum invasi Perancis ke Mali Utara, menurut pemantauan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply