AL-SARSAK KELILING EROPA KAMPANYE PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA

 

Gaza, 8 Jumadil Akhir 1434/ 18 April 2013 (MINA) – Dalam rangka memperingati Hari Tahanan Palestina tanggal 16 April, Mahmoud Al-Sarsak, mantan tahanan di penjara Israel, keliling ke beberapa negara Eropa untuk menyebarkan kampanye perjuangan pembebasan para tahanan Palestina.

Al-Sarsak memulai kampanye Selasa (16/4) ke Paris, Perancis, kemudian  bertemu secara khusus dengan tujuh anggota parlemen Uni Eropa di Norwegia pimpinan Profesor Gerd Devon, lansir Al-Ray, seperti dipantau Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Ia berorasi sebagai saksi terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap para tahanan Palestina sampai saat ini.

“Masyarakat Uni Eropa dan dunia harus peduli terdahap nasib para tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara-penjara Israel,” ujarnya, yang mendapat julukan ‘Pahlawan Perut Kosong’.

Ia juga menuntut masyarakat internasional untuk menyeret pejabat-pejabat Israel ke Mahkamah Internasional karena mereka jelas-jelas telah melanggar hukum konvensi internasional serta hukum kemanusiaan.

Sarsak yang berkeliling atas kerja sama dengan Palang Merah Internasional, melakukan orasi dan aksi solidaritas pengumpulan dana dalam membantu keluarga para tahanan yang saat ini  masih berada di penjara-penjara Israel.

Menurut rencana ia juga akan bergabung dengan mantan tahanan Palestina lainnya, Mohammed Saleh dan Ahmed Khalayla yang saat ini sudah berada di Norwegia, atas bantuan Kementerian Luar Negeri negara itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel secara resmi meminta Uni Eropa untuk tidak menerima atau berurusan dengan para mantan tahanan Palestina. Israel  menuduh bahwa mereka semua adalah teroris yang berafiliasi dengan organisasi teroris.

Akan tetapi, Uni Eropa menolak tuduhan tersebut. Catherin Ashton, seorang pejabat Uni Eropa Urusan Luar Negeri mengatakan bahwa kampanye perjuangan tahanan Palestina akan terus berlanjut ke Belanda dan Italia.

Menurut data The Prisoner Club, hingga saat ini tercatat sekitar 5.000 tahanan Palestina  tersebar di 27 penjara Israel.

Direktur The Prisoner Club, Nasser Qaws melaporkan, sebanyak 106 tahanan telah dimasukkan ke dalam penjara sejak 1993. Bahkan 50 orang dari mereka telah ditahan lebih dari 25 tahun. Karim Younis adalah tahanan paling lama yang telah menjalani kurungan 31 tahun di penjara Israel.

Saat ini juga terdapat 14 tahanan wanita di dalam penjara Israel. Di antaranya terdapat Lina Jarbouni, wanita muslimah yang ditahan paling lama, sekitar 11 tahun hukuman dari vonis 20 tahun. Di balik penjara Israel juga terdapat 200 tahanan politik, 14 dari mereka adalah anggota parlemen.

Sebanyak 235 anak-anak Palestina berumur antara 12-17 tahun juga tersebar di penjara-penjara Israel.

Laporan mengungkapkan, tahanan yang mengalami sakit dan belum mendapatkan penanganan medis sebanyak 700 orang. (T/P04/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply