ANGGOTA PARLEMEN ISRAEL ANGGAP SAH BUNUH WARGA PALESTINA

Tel Aviv, 17 Jumadil Akhir 1434/27 April 2013 (MINA) – Seorang anggota parlemen Israel (Knesset), Orit Strook menuntut pemerintah Israel untuk segera mengesahkan hukum Dromi (Dromi Laws), yang memperbolehkan pemukim Yahudi membunuh warga Palestina tanpa tuntutan pengadilan.

Strook adalah ekstremis Yahudi dari Partai Rumah Yahudi (Jewish Home Party). Ia juga menuntut Komite Legislatif di Knesset untuk menganggap penembakan terhadap warga Palestina di kota yang diduduki Israel (Tepi Barat) sebagai sebuah pembelaan dan perlindungan diri.

Hukum Dromi menetapkan jika pasukan atau pemukim ilegal Israel menembak warga Palestina, maka ia tidak dikenai hukuman (bebas dari tuntutan hukum). Namun, jika warga Palestina melakukan pelanggaran, ia harus diproses sesuai keputusan pengadilan Israel. Al Resalah melaporkan seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu dini hari (27/4).

Strook beralasan bahwa tindakan tersebut harus dianggap sebagai upaya pembelaan diri dari serangan warga Palestina yang setiap saat mengancam keselamatan mereka karena keberadaan pemukiman Yahudi di wilayah tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Sementara itu, media Israel, Haaretz mengatakan, Komite Legislatif di Knesset akan membahas hal itu pekan depan dan akan melakukan uji kelayakan tentang kemungkinan penerapan hukum tersebut dalam waktu dekat

Pada Rabu (24/4), Knesset telah menggelar rapat membahas hal tersebut. Mayoritas anggota mendukung undang-undang kontroversial itu. Mereka yang juga ikut mendukung hukum itu adalah Yitzhak Aharonovich dari partai sayap kanan Yisrael Beiteinu, Yisrael Katz dari Likud, Tzvi Handel dari National Union/National Religious Party dan Eliyahu Gabai juga dari National Union/National Religious Party.

Menteri Kehakiman Israel Daniel Friedman mengatakan, jika pemerintah Israel mengesahkan hukum tersebut, maka akan memicu kerusuhan yang lebih besar lagi di Tepi Barat dan itu merupakan langkah mundur bagi Israel.

Friedman mewakili pemerintah Israel dalam perdebatan itu di Knesset. Namun, ia mengakui bahwa di Israel situasi keamanannya masih labil dan pemukim Yahudi di Tepi Barat harus di prioritaskan keselamatannya.

Militer Israel saat ini menerapkan aturan sangat ketat bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk bisa keluar dari wilayahnya. Mereka tidak segan-segan menembak jika situasi dianggap berbahaya. Hal ini menjadi alasan bagi mereka untuk mendesak pemerintahannya segera mengesahkan undang-undang itu. (T/P04)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply