ARAB SAUDI KECAM ISRAEL DI PBB

New York, 17 Jumadil Akhir 1434/27 April 2013 (MINA) – Perwakilan Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), Abdullah Y. Al-Mouallimi mengecam penjajah Israel dalam sidang Dewan Keamanan yang digelar sejak Rabu (24/4).

Al-Mouallimi mengatakan Israel telah melakukan pembangkangan terhadap hukum internasional karena terus melakukan pembangunan pemukiman di Tepi Barat. Selain itu, Israel juga sering kali melanggar perjanjian genjatan senjata yang telah disepakati dengan Palestina.

“Semua masyarakat internasional tahu bahwa Tepi Barat adalah milik Palestina di bawah hukum internasional. Selain itu, puluhan perjanjian genjatan senjata (Israel-Palestina) yang telah disepakati bersama dilanggar oleh Israel dengan alasan fiktif,” kata Al-Mouallimi seperti dikutip Alresalah yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (27/4).

Al-Mouallimi yang berbicara mengenai situasi Timur Tengah juga mengatakan, pemukim ekstrimis Yahudi terus menyerang warga Palestina dan menghancurkan perkebunannya. Ia menyoroti kasus yang terjadi pada 9 Maret lalu yang menyebabkan kematian Malik Adel Al-Shaer (9) yang tertabrak kendaraan pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Kasus banyaknya warga Palestina yang ditahan Israel juga tak luput dari sorotan Al-Mouallimi. “Israel telah melakukan pelanggaran besar kepada rakyat Palestina dengan memenjarakan mereka tanpa proses peradilan yang jelas, selain juga fasilitas penjara yang jauh dibawah standar internasional,” ungkapnya.

Al-Mouallimi juga mengatakan, Arab Saudi dan semua negara Arab telah menunjukkan niat baik untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi bagi Israel dan Palestina salah satunya melalui perjajjian perdamaian tahun 2002.  Namun hal itu tidak berjalan karena Israel beberapa kali melakukan agresi militer ke Palestina.

Dalam sidang tersebut, utusan Saudi itu meminta PBB dan masyarakat internasional untuk memaksa Israel menghormati hak-hak tahanan dan anak-anak Palestina.

Peran Arab Saudi Terhadap Perjuangan Palestina

Dukungan Arab Saudi terhadap perjuangan rakyat Palestina cukup besar. Ketika Palestina mengalami krisis keuangan pada 2011 lalu, Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz yang memberikan bantuan 200 juta dolar kepada Palestina.

Tak hanya itu, Arab Saudi juga menyatakan dukungan kepada Palestina dalam mendapatkan pengakuan keanggotaan penuh di PBB. Saudi dengan tegas mengatakan, kota Al Quds (Yerusalem) adalah ibukota Palestina berdasarkan perjanjian tahun 1967

Selain mendukung Palestina, Arab Saudi juga menekan Amerika Serikat (AS) agar tidak menjadi racun dalam masalah Palestina-Israel. Lewat diplomat seniornya, Saudi mengancam AS jika tetap menggunakan hak vetonya untuk menolak keanggotaan Palestina di PBB, Arab Saudi tidak akan bekerja sama lagi dengan AS. (T/P04)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply