MENLU AUSTRALIA : SEKOLAH AUSTRALIA BISA BELAJAR BERSAMA

 

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr bercengkerama dengan murid-murid MI Manarul Huda Bintaro dalam kunjungannya ke madrasah tersebut di Jakarta, Kamis (4/4).

Jakarta, 23 Jumadil Awal 1434/4 April 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, berharap semua madrasah di Indonesia bisa melakukan teleconference dengan sekolah di Australia. Dengan demikian terbuka kesempatan bagi siswa di Australia untuk belajar dan berbahasa Indonesia, begitu pula sebaliknya.

Hal itu disampaikan Carr ketika melakukan kunjungan resmi terhadap madrasah sasaran program Kemitraan Pendidikan Australia–Indonesia bagi Pendidikan Madrasah yang Bermutu di MI Manarul Huda, Bintaro, Jakarta, Kamis (04/03). Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat, dan Deputi Menkokesra, Sudjana Royat.

Carr mengaku senang berkesempatan mengunjungi madrasah di Indonesia. Carr mengatakan, dirinya selalu senang datang ke madrasah manapun dan yang paling disukai adalah sambutan suara anak-anak. “Kami sangat senang menjadi tetangga dan sahabat Indonesia. Melihat senyum anak-anak Indonesia seperti melihat senyum anak-anak Australia di sekolah Australia,” terang Carr.

Disinggung mengenai harapan Carr, Bahrul Hayat mengatakan, Kementerian Agama akan mencarikan apa yang disebut sister school antara madrasah dengan sekolah di Australia. “Madrasah yang tertarik untuk melakukan kerjasama akan kita jalin dengan sekolah di Australia,” papar Bahrul.

Blockgrant Untuk Akreditasi Madrasah

Sementara itu, Ketua Unit Pelaksana Program Akreditasi Madrasah (UPPAM), Rohmat Mulyana menjelaskan Program Kemitraan Pendidikan Australia–Indonesia bagi

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr (dengan kalung bunga) meninjau langsung MI Manarul Huda Bintaro didampingi oleh Sekjen Kemenag, Bachrul Hayat (mengenakan batik) dan dipandu oleh Kepala Madrasah, Nawiyah (jilbab hitam) di Jakarta, Kamis (4/4).

Pendidikan Madrasah yang Bermutu sudah berjalan sejak 2012. Pada kesempatan ini, kunjungan Menlu Australia tersebut dalam rangka melihat langsung perkembangan dari program tersebut.

Rohmat menjelaskan bahwa MI Manarul Huda Bintaro Jaksel ini merupakan satu dari 565 madrasah yang mendapat dukungan dari Program Kemitraan Australia–Indonesia tahap satu. Untuk meningkatkan akreditasinya, tambah Rohmat, MI Manarul Huda mendapatkan dana hibah 10.000 Dolar Australia (sekitar 100 juta Rupiah) yang akan dicairkan dalam tiga tahap. Selain itu, MI ini juga akan mendapatkan pelatihan terkait delapan Standar Nasional Pendidikan secara gratis.

Menurut Rohmat, 565 madrasah ini tersebar di tujuh provinsi, yaitu : Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Untuk Tahap dua, bantuan akan diberikan kepada 550 madrasah di sebelas provinsi (Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, NTB, dan Lampung). “Sekarang ini masih dalam tahap verifikasi madrasah dan implementasinya diperkirakan pada pertengahan tahun ini,” terang Rohmat.

Adapun untuk tahap tiga, bantuan akan diberikan pada 385 madarsah sehingga jumlah madrasah yang akan memperoleh bantuan, 1500 madrasah. “Program ini direncanakan akan berlangsung sampai tahun 2016,” tutup Rohmat. (L/P01/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply