BEBASKAN AL-AQSA DENGAN PERSATUAN & PERLAWANAN

Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf (Foto : MINA/RS)

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1434/12 April 2013 (MINA) – Upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa akan terwujud dengan perlawanan dan persatuan umat Islam. Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf mengatakan pembebasan Masjid Al-Aqsa  terwujud hanya dengan melakukan perlawanan.

“Kaum Muslimin harus berpikir untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa. Tidak ada jalan lain untuk terwujudnya pembebasan Al-Aqsa kecuali perang, karena Yahudi tidak akan melepaskan Masjid Al-Aqsa hingga hari Kiamat,” tegas Makhyaruddin saat  konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/4).

Makhyaruddin merupakan salah satu dari 27 relawan KNRP yang berangkat ke Gaza pada Sabtu (6/4) dan telah kembali ke tanah air pada Rabu (10/4).

Kepedulian dan perhatian yang besar terhadap Masjid Al-Aqsa oleh rakyat Palestina dirasakan Makhyaruddin saat berkunjung ke Gaza. “Saat bertemu dengan pendududk Gaza mereka mengatakan sebentar lagi Kita akan shalat di Masjid al-Aqsha. Bahkan, anak-anak Palestina saat ditanya apa cita-citanya, mereka menjawab, ingin shalat di Masjid Al-Aqsha,” kata Makhyaruddin.

Masjid Al-Aqsa dikontrol sepenuhnya oleh penjajah Israel sejak tahun 1967. Hingga kini, Israel masih memberlakukan pembatasan bagi umat Muslim di bawah umur 50 tahun memasuki Masjid Al-Aqsa. Bahkan, seluruh Muslim Palestina di Gaza tidak diperbolehkan masuk ke kiblat pertama Umat Islam itu.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Hal ini terkait dengan peristiwa Isra ‘Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam. Nabi ketika  itu naik ke Sidaratul Muntaha melalui Masjid Al-Aqsa.  

Apresiasi Istimewa Insan Pers

Makhyaruddin juga menyampaikan, para pejabat Palestina mewakili rakyat Palestina di Jalur Gaza memberikan apresiasi dan salam secara istimewa untuk insan pers yang telah mengkampanyekan kondisi rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa sehingga masyarakat dunia khususnya di Indonesia  terbuka dan tergugah untuk mendukung pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

“Mereka memberikan  salam  spesial bagi para mujahid jurnalis serta insan pers yang telah mengkampanyekan kondisi Muslimin Palestina dan Masjid Al-Aqsha,” kata Makhyaruddin.

Makhyaruddin menjelaskan para pejabat yang memberikan apresiasi adalah Menteri Kesehatan Palestina di Gaza, dr. Mufeed Mukhalalati disampaikan wakilnya; Wali Kota Bayt Lahiya, Gaza Utara, Az Zaddin Al-Dahnoun; serta PM Palestina Ismail Haniya yang disampaikan melalui Wali Kota Bayt Lahiya.

Sebelumnya, Syeikh Al-Jamal atas nama warga dan anggota parlemen Palestina, memberikan apresiasi atas kehadiran Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA) berpusat di Jakarta, Indonesia, yang telah memberikan saham besar bagi perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan Palestina.

“Dukungan terus-menerus yang di berikan kaum Muslimin Indonesia untuk Palestina benar-benar nyata dengan adanya Kantor Berita Islam MINA. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan dengan segala usahanya, insya Allah dicatat sebagai mujahid,” ujarnya.

Melalui MINA, ujar ulama yang pernah berkunjung ke Indonesia itu, terus dikenalkan dan disosialisaikan perjuangan Palestina dan kepentingan dunia Islam. MINA diharapkan senantiasa mengingatkan umat Islam akan tanggung jawabnya secara berjamaah dalam pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. (L/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply