BEBASKAN PALESTINA DENGAN KEDEPANKAN PERDAMAIAN

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Ulama asal Yordania, Hani At Tha’imat mengatakan, perjuangan pembebasan Palestina harus mengedepankan semangat perdamaian dan sebisa mungkin menghindari pertumpahan darah.

“Nabi kita Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya dalam berdakwah dan berjuang sangat mengedepankan cara-cara dan semangat perdamaian dan sebisa mungkin menghindari pertumpahan darah,” kata At Tha’imat saat berbicara pada Konferensi Internasional dengan tema “Islam,  Peradaban, dan Perdamaian” di Jakarta, Rabu (24/4).

Dalam konteks perjuangan pembebasan Palestina dari penjajah Israel, ulama Yordania itu mengatakan meskipun umat Islam menempuh berbagai cara, namun cara-cara diplomatik dan semangat perdamaian harus selalu dikedepankan sebelum kontak fisik dan senjata terjadi.

“Memang umat Islam melakukan banyak cara dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsa. Namun yang saya pahami bahwa Nabi kita Muhammad SAW menggunakan cara-cara diplomatik dan semangat perdamaian sebelum peperangan fisik terjadi,” jelasnya.

At Tha’imat juga menjelaskan, saat ini umat Islam menghadapi fitnah dan tantangan yang besar dengan isu terorisme. Beberapa kasus pengeboman di berbagai tempat selalu dikaitkan dengan Islam, sehingga banyak masyarakat internasional yang menganggap Islam sebagai agama para teroris.

“Umat Islam saat ini sedang menghadapi gelombang fitnah yang besar. Adanya isu terorisme yang didengungkan oleh orang-orang yang tidak senang dengan Islam sehingga sebagian masyarakat internasional mengalami Islamofobia terhadap Islam,” ungkapnya.

Lebih lanjut At Tha’imat menjelaskan, pada prinsipnya Islam adalah agama damai karena kata Islam itu sendiri berarti perdamaian atau keselamatan. ”Islam mengajarkan perdamaian sebagaimana kita kenal ada tanah Haram di Mekah. Jangankan manusia, hewan, dan tumbuhan pun dilindungi keselamatannya di tanah tersebut dan umat Islam dilarang menyakitinya,” ungkapnya.

Mengenai keindahan ajaran Islam, At Tha’imat menceritakan di negara Belanda ada sebuah film yang menceritakan kekejaman Islam dan Nabi Muhammad SAW. Namun saat ini, sutradaranya telah memeluk Islam dan ia sangat menyesali perbuatannya itu. Ada juga beberapa buku dari Belanda yang memojokkan Islam. Namun, penulisnya sekarang telah masuk Islam.

Konferensi tersebut adalah kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania. Dengan mengusung tema peradaban dan perdamaian, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, konferensi itu diharapkan akan melahirkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Dalam konferensi tersebut juga dibicarakan prospek dan teknis kerja sama pemerintah Indonesia dengan kerajaan Yordania mengenai perbankan wakaf yang sekarang sudah diterapkan di Yordania dan mendapat respon positif dari umat Islam di sana. (L/P01/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply