BEM UNIVERSITAS ISLAM GAZA ADAKAN ACARA BAGI MAHASISWA ASING

Mahasiswa asing Universitas Islam Gaza (Islamic University Gaza-UIG) berfoto bersama dalam acara "Rihlah al Mugtaribin", Jabaliya Barat, Jalur Gaza Utara, Kamis (18/4). (MINA/Husain)

Jabaliya, 9 Jumadil Akhir 1434/19 April 2013 (MINA) – Dalam rangka mempererat silaturahim antara mahasiswa pribumi dengan mahasiswa asing, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Gaza (Islamic University Gaza / UIG) mengadakan “Rihlah al Mugtaribin” Tamasya Mahasiswa Asing di Jabaliya Barat, Jalur Gaza Utara, Kamis kemarin (18/4).

“Acara ini juga sekaligus sebagai sarana menjalin hubungan yang lebih akrab antar sesama aktivis di bumi jihad Palestina,” kata panitia penyelenggara saat menyampaikan sambutan acara rihlah al mugtaribin di aula hotel “mathaf”, Jabaliya Barat, Jalur Gaza Utara.

Menurut koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Muhammad Husain, sekitar tujuh puluh mahasiswa asing yang sedang melanjutkan pendidikan sekolah tinggi di Universitas Islam Gaza berkumpul dalam acara tersebut sejak pukul 15.20 sore waktu Gaza hingga menjelang Isya.

Di antara para mahasiswa asing tersebut, tiga mahasiswa jurusan Syariah Islamiyah UIG asal Indonesia yaitu Muhammad Husain yang juga korespondensi MINA, Muqorrobin al Fikri, dan Reza serta satu mahasiswa dari Malaysia, Muhammad Nadir. Husain telah menghabiskan dua tahun kuliah di Jalur Gaza sementara Fikri, Reza, dan Muhammad Nadir terdaftar sejak dua bulan yang lalu.

Ketiga mahasiswa Indonesia tersebut mengikuti program beasiswa kerjasama antara UIG dan Ma’had Al-Fatah Indonesia yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Dalam rangka meningkatkan kerjasama Indonesia dan Palestina terutama bidang pendidikan, Universitas Islam Gaza (UIG) memberikan beasiswa kuliah bagi pelajar Indonesia.

Rektor Universitas Islam Gaza menunjuk Syekh Hany Awad, salah satu dosen Universitas Islam Gaza untuk memfasilitasi pelaksanaan teknis kerjasama UIG dan Al-Fatah tersebut.

Kerjasama tersebut bagian dari ucapan terima kasih rakyat Palestina atas solidaritas rakyat Indonesia. Dalam pelaksanaan teknis kerjasama UIG dan Al-Fatah tersebut, tim UIG sudah dua kali melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka melaksanakan daurah (pelatihan) dan tabligh pada 2010 dan Juli-Agustus 2012.

Mahasiswa asing yang juga turut serta dalam acara tersebut datang dari berbagai negara di wilayah Arab, di antaranya dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Suriah.

Husain melaporkan, para peserta rihlah tersebut di bawa oleh bus  besar dari lokasi kampus menuju  hotel “mathaf” yang berlokasi di tepi pantai Jabaliya Barat, Jalur Gaza Utara.

Rihlah al Mugtaribin itu di isi dengan berbagai acara yang bersifat akademis seperti ta’aruf (perkenalan) dan tes wawasan Islami antar peserta. Acara itu diadakan di aula hotel dan dibuka dengan bacaan al Qur’an al Karim oleh Reza yang merupakan  hafiz al Qur’an 30 juz lulusan Ma’had Al-Fatah Indonesia.

Selain beberapa lomba menarik dan perkenalan, kesempatan rihlah tersebut juga dimanfaatkan untuk ajang bertukar fikiran antara para mahasiswa.

Sebelum pertemuan sederhana tersebut di tutup, para peserta mendapatkan kehormatan mendengarkan beberapa nasihat dari Dekan Fakultas Syariah Islamiyah, Dr. Mahir al Huly yang intinya memberikan motivasi belajar dan beberapa kiat khusus dalam berinteraksi dengan dunia akademis di Jalur Gaza.

“Saya sangat senang telah diikutsertakan dalam acara yang sangat hangat dan dikemas secara professional ini,” ujar fikri memberikan kesannya kepada koresponden MINA.

UIG dibangun sejak tahun 1978. Ia merupakan universitas terbaik di Jalur Gaza dengan jumlah mahasiswa aktifnya lebih dari 15 ribu per semester dan terbaik kedua di seluruh Palestina setelah Universitas An-Najah di Tepi Barat. Sementara itu, dari 100 universitas teratas di negara-negara Arab, UIG berada diperingkat ke-26. (L/K9/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA) 

Leave a Reply