PRAKTISI PERBANKAN ISLAM YORDANIA : ISLAM SOLUSI TERBAIK ATASI KEMISKINAN

Konferensi Islam Internasional dengan tema Peradaban dan Perdamaian di Jakarta, Rabu (24/4). (Foto : MINA/AA)

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Praktisi perbankan asal Yordania, Abdul Jalil Zuhair Dhomroh mengatakan, Agama Islam memberikan perhatian serius terhadap kemiskinan dan dalam syariatnya Islam memberikan solusi terbaik untuk mengatasi kemiskinan umatnya.

“Agama Islam sangat memperhatikan umat manusia yang berada dalam kemiskinan dan perbudakan. Islam datang memberikan solusi untuk menghapus perbudakan dan mengatasi kemiskinan,” kata Dhomroh saat menjadi pembicara pada Konferensi Islam Internasional dengan tema Peradaban dan Perdamaian di Jakarta, Rabu (24/4).

Dhomroh juga menjelaskan, Islam berbeda dengan Kapitalisme dalam memandang dan memberikan solusi terhadap pengentasan kemiskinan. ”Kapitalisme memandang orang miskin sebagai objek untuk dieksploitasi dan dipekerjakan semaksimal mungkin agar bisa mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya bagi pengusaha. Sedangkan Islam melihat kemiskinan sebagai permasalahan yang harus dibantu dengan memberikan zakat, sedekah, dan peluang kerja,” tambahnya.

Bukti nyata dari bentuk eksploitasi dari kaum kapitalis adalah dengan adanya sistem riba yang mereka jalankan. Dengan dalih membantu menyediakan modal kerja, mereka justru mengeruk keuntungan sepihak dari orang-orang yang mereka beri bantuan.

“Perbankan konvensional yang menerapkan sistem riba adalah bukti nyata dari eksploitasi kaum kapitalisme. Dengan alasan memberikan bantuan modal, mereka justru mencari keuntungan sepihak yang sangat merugikan pihak yang  penerima bantuan mereka,” paparnya.

Dhomroh mengatakan, bangsa Indonesia terpuruk ekonominya juga karena pemerintahnya melakukan pinjaman kepada Bank Dunia dengan sistem riba, sehingga ketika terjadi inflasi, bangsa Indonesia tidak bisa bertahan dan mengalami krisis ekonomi yang sangat parah.

Lebih lanjut, ulama itu menjelaskan, saat ini terdapat banyak sekali produk makanan dan minuman yang membahayakan kesehatan manusia karena ulah kapitalisme. Mereka hanya ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan sasaran masyarakat kelas bawah.

“Salah satu dari bukti kapitalisme adalah adanya produk-produk yang membayakan kesehatan orang-orang yang mengonsumsinya. Padahal mereka adalah masyarakat golongan miskin,” papar ulama asal Yordania itu.

Konferensi Islam Internasional ini terwujud berkat kerjasama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania. Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, konferensi itu diharapkan akan melahirkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Dalam konferensi tersebut juga dibicarakan prospek dan teknis kerja sama pemerintah Indonesia dengan kerajaan Yordania mengenai perbankan wakaf yang sekarang sudah diterapkan di Yordania dan mendapat respon positif dari umat Islam di sana. (L/P01/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply