BOM MOBIL HANCURKAN KANTOR KEDUTAAN PRANCIS DI LIBYA

Tripoli, 14 Jumadil Akhir 1434/23 April 2013 (MINA) – Sebuah bom mobil menghancurkan kantor Kedutaan Prancis di Tripoli, Libya, Selasa (23/4), melukai dua orang penjaga dan menimbulkan kerusakan yang parah, Independent Online melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Serangan bom ini adalah serangan pertama terhadap kedutaan asing di ibukota Libya sejak perang 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi.

Ledakan terjadi di daerah perumahan Tripoli, di sisi jalan kecil depan kedutaan Prancis. Salah satu penjaga kedutaan terluka parah sementara yang lain menderita luka ringan. Beberapa warga juga ada yang terluka.

Kerusakan parah terjadi pada bangunan kedutaan dan tembok pembatas, dua rumah di dekatnya rusak parah, jendela toko pecah, dan dua mobil yang diparkir terbakar.

“Banyak tetangga yang berkumpul di jalan untuk menyaksikan kerusakan dan marah dengan apa yang telah terjadi,” kata Rana Jawad.

Presiden Prancis, Francois Hollande meminta Libya untuk bertindak cepat atas serangan yang menurutnya tidak dapat diterima. Hollande mengatakan serangan itu ditujukan untuk semua negara komunitas internasional yang terlibat dalam perang melawan “terorisme”.

Pejabat Prancis mengatakan Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius sedang dalam perjalanan ke Libya. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Diplomat telah ditargetkan di Libya, terutama serangan terhadap diplomat Amerika Serikat di Benghazi September 2012 lalu yang menewaskan duta besar Amerika Serikat dan tiga orang Amerika lainnya.

Kedutaan Prancis di Afrika Utara berada dalam siaga tinggi sejak Prancis mengirim pasukan membantu memerangi gerakan perlawanan di Mali pada Januari 2013.

Prancis di bawah pimpinan Nicolas Sarkozy berada di garis depan dengan serangan udara pimpinan NATO pada 2011 yang membantu pasukan oposisi menggulingkan pemimpin Libya yang lama, Muammar Gaddafi.

Penguasa baru Libya masih berjuang untuk memaksakan otoritas mereka pada negara yang masih dibanjiri dengan senjata dan sejumlah milisi bersenjata. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply