BOM MOBIL MELEDAK DI DAMASKUS

Beirut, 28 Jumadil Awal 1434/9 April 2013 (MINA) – Sebuah bom mobil bunuh diri menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 53 lainnya di distrik bisnis utama di Damaskus Senin (8/4) yang menurut Perdana Menteri Suriah merupakan tanggapan keberhasilan tentara terhadap pejuang di sekitar ibukota.

Bom di dekat sebuah sekolah di distrik Sabaa Bahrat yang juga lokasi Bank Sentral dan Departemen Keuangan, mobil terbakar dan merusak bangunan berdasarkan rekaman televisi pemerintah, IINA melaporkan.

Seorang warga Damaskus menggambarkan ledakan kali ini adalah yang terbesar yang pernah didengarnya di ibukota selama perlawanan dua tahun terhadap Presiden Bashar Assad, dia juga mengatakan gumpalan besar asap hitam naik dari distrik Bahrat Sabaa.

Setelah ledakan bom mobil, televisi Suriah memperlihatkan rekaman tujuh mayat di jalan, termasuk dua mayat hangus di reruntuhan bus yang terbalik. Kendaraan lainnya masih terbakar dalam keadaan berbaris yang tampaknya di tempat parkir mobil.

Seorang wanita dengan wajah penuh darah dibawa pergi di atas tandu. Panik, seorang wanita dalam gaun hitam panjang dan jilbab berlari menuju tempat kejadian. Beberapa anak berseragam sekolah dalam keadaan diperban. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun masing-masing pihak menyalahkan yang lain.

Pejuang mengatakan tentara telah mengintensifkan serangan terhadap desa-desa di daerah Ghouta yang dipegang oposisi di sebelah timur kota sejak pertengahan Maret, mengepung beberapa dari mereka untuk menekan kembali pejuang.

Osama Al-Shami, seorang aktivis dari selatan Damaskus mengatakan pasukan Assad telah meluncurkan serangan tank di Timur Ghouta dari sisi Bandara Internasional ke selatan. Jika berhasil, kata dia, serangan akan mengusir pejuang dari tempat mereka di sekitar bandara dan memotong jalur suplai mereka ke timur Ghouta dari perbatasan selatan dengan Yordania.

Sebuah kelompok hak asasi Suriah mengatakan hampir 9.000 tentara pemerintah telah tewas dalam dua tahun pertempuran antara pasukan Presiden Bashar Assad dan pejuang yang berusaha menggulingkan dia. Pada awal perlawanan, pemerintah mengumumkan nama-nama tentara yang jatuh setiap hari. Ketika perlawanan semakin keras dan akhirnya menjadi perang sipil, laporan korban di pihak pemerintah lenyap dari domain publik.

Sementara itu, tim inspeksi PBB ada di Siprus dan siap untuk dikirim ke Suriah terdekat untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia dalam konflik di sana, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan Senin (8/4).

“Saya bisa mengumumkan hari ini (Senin) bahwa tim ahli sekarang di Siprus dalam penyelesaian akhir sebelum misi ke Suriah,” Ban mengatakan di Den Haag. Pemerintah Irak mencari jet Iran pada rute ke Suriah kemarin tapi hanya menemukan peralatan medis, kata para pejabat, dalam pemeriksaan pertama sejak Washington ditekan Baghdad untuk membantu menghentikan penerbangan senjata Teheran ke Presiden Suriah Bashar Assad. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply