MASJID DI BULGARIA DIUBAH JADI BAR

 Plovdiv-Bulgaria, 12 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 – Komunitas Muslim di kota terbesar kedua Bulgaria, Plovdiv menuai kemarahan atas diubahnya Masjid bersejarah di kota tersebut menjadi sebuah bar dikarenakan tidak mampu memberikan cukup uang untuk mendapatkan kembali tempat ibadah mereka.

“Sungguh menyedihkan bagi kita bahwa masjid bersejarah ditutup untuk kegiatan ibadah,” kata Ahmed Ersin, Mufti wilayah Plovdiv seperti dikutip Onislam yang dipantau oleh MINA, Ahad (21/4).

Ersin menggambarkan, Muslim di wilayah itu sangat berduka atas pengalihan tempat ibadah mereka dengan dijadikan sebagai bar yang menyediakan minuman beralkohol.

Masjid Taskopru (Stone Bridge) merupakan masjid yang dibangun pada abad ke-16 di Plovdiv. Kini masjid bersejarah itu telah berubah menjadi sebuah bar dan restoran.

Kisah tragis pernah terjadi pada masjid tersebut dimana bangunan yang memiliki arsitektur Ottoman abad ke-16 itu dari gempa bumi pada 1928 yang menyebabkan kerusakan pada bangunan bersejarah itu.

Untuk memperbaiki menara dari masjid yang hancur disebabkan gempa, sebagian tanah dijual, tetapi perbaikan tidak dapat diselesaikan karena kurangnya dana yang dikumpulkan.

Masjid tetap ditutup untuk kegiatan ibadah hingga pembentukan rezim komunis pada 1944. masjid itu disita, menjaganya agar tetap ditutup selama beberapa dekade.

Setelah jatuhnya Uni Soviet pada 1989, properti yang disita mulai dikembalikan. Namun, Masjid Taskopru yang diharapkan akan kembali dalam otoritas mufti, kini diberikan kepada pemerintah Bulgaria berdasarkan putusan pengadilan.

Sejak awal 1990-an, orang-orang yang merebut masjid menyewa masjid itu yang menggunakannya sebagai  warung Yunani , restoran Italia, dan bar.

Umat Muslim berusaha memulihkan masjid, namun perubahan yang dibuat oleh orang-orang yang merebut masjid itu mengubahnya menjadi restoran yang menyajikan alkohol di lokasi masjid.

Namun pemilik masjid menuntut 600.000 euro atau sekitar Rp 7 milyar dari Mufti daerah (kekuasaan Islam).

Mengenai hal itu, otoritas Mufti hanya mampu menawarkan setengah dari angka itu.

“Kami tidak punya pilihan untuk mengajukan banding atas  kasus masjid ini,” kata Mufti Mustafa Alis Haji.

Sebanyak 15 persen dari  7,3 juta orang masyarakat Bulgaria, populasi komunitas Muslim merupakan proporsi tertinggi di setiap negara anggota Uni Eropa. (T/P08/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA

 

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply