DAHLAN ISKAN : SAAT INI ERA INDUSTRI MEDIA ONLINE

Menteri BUMN Dahlan Iskan, Jakarta, 29 Jumadil Awwal 1434/10 April 2013 (MINA

Jakarta, 28 Jumadil Awwal 1434/09 April 2013 (MINA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengungkapkan pandangannya terhadap fenomena dunia jurnalistik dimana era industri media saat ini masuk pada era industri media online yang makin tumbuh pesat dan mengkristal.

“Periode kristalisasi industri media cetak sudah selesai, tapi kemudian saat ini sedang euforia pada media online, semua membuat media online, dan pada akhirnya tumbuh dan mengkristal,” katanya saat berbicara dalam acara Diskusi dan Bedah Buku ‘Dapur Media’ di Jakarta, Selasa (9/4).

Perkembangan teknologi informasi yang kian maju dengan akses informasi yang cepat melalui media internet menjadi faktor industri media online tumbuh pesat dan mengkristal. Sementara itu, industri media cetak makin sulit karena berhadapan dengan ongkos produksi yang mahal selain masalah perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang.

“Dalam satu kota hanya ada satu, dua atau tiga media cetak saja,” ujar mantan wartawan dan konglomerat media itu.

Fenomena perkembangan teknologi informasi yang pesat di Indonesia dilihat dari pengguna Internet di Indonesia yang sudah mencapai sekitar 55.000.000 pengguna pada  2012 terhitung. Laporan itu telah diterbitkan oleh Badan Statistik World Internet Usage Statistics yang merupakan sebuah situs penghitung pengguna internet disetiap negara-negara. 

Dari catatan badan tersebut, Indonesia pada 2000 sudah memiliki  2.000.000 pengguna internet. Seiring dengan berlalunya waktu, maka terjadi pelonjakan drastis hingga mencapai 18.000.000 pengguna. Sedangkan pada 2008 melonjak menjadi 27.000.000 pengguna. Pada 2012, Indonesia menempati urutan terbesar ketiga dalam jumlah pengguna internet terbanyak di Asia.

Acara Diskusi dan Bedah Buku ‘Dapur Media’  betajuk ‘Media diantara Tuntutan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Menjaga Independensi Ruang Redaksi’ tersebut dihadiri oleh para jurnalis, pemerhati media, akademisi, mahasiswa dan blogger.

Buku ‘Dapur Media’ mengupas dengan tentang media-media di Indonesia, dari sisi ekonomi, politik dan kiat serta konflik orang-orang redaksi yang meracik setiap informasi di ruang redaksi mereka masing-masing.

Selain Dahlan Iskan, Basil Triharyanto (Editor dan penulis buku, Pantau), Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers periode 2010-2013), Abdul Manan (Jurnalis, Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen-FSPMI) hadir menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah buku yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta  bekerjasama dengan Yayasan Pantau.

Kantor Berita Islam berbasis Media Online

Dengan cepatnya arus informasi dan pertukaran informasi, Kantor Berita Islam pertama dan satu-satunya di Indonesia, Mi’raj News Agency (MINA) berbasis media online diluncurkan sejak 18 Juli 2012.

Kantor Berita Islam MINA merupakan media alternatif guna mengimbangi penguasaan opini global oleh Zionis Israel untuk menyuarakan informasi dunia Islam tentang pembelaan dan pencitraan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kantor berita MINA yang diluncurkan dalam tiga bahasa (Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia) itu pun diharapkan turut memperkaya khasanah media global yang bersifat Islami serta meningkatkan dukungan internasional bagi kemerdekaan Palestina. (L/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply