DEWAN KEAMANAN PBB SETUJUI KIRIM 12.600 TENTARA KE MALI

New York, 16 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Dewan Keamanan PBB, Kamis (25/4), setujui mengirim pasukan internasional 12.600 tentara ke Mali untuk mengambil alih dari pasukan Perancis dan Afrika memerangi para pejuang Islam, Modern Ghana melaporkan dan dikutip MINA.

PBB akan mengerahkan pasukan internasional mulai 1 Juli dengan kekuatan baru, tapi 15 negara dewan akan memutuskan kemudian, apakah konflik telah mereda sehingga memungkinkan untuk penyerahan.

“Kita tahu akan pergi ke lingkungan yang cukup volatile (cenderung mengancam),” kata Kepala Penjaga Perdamaian PBB Herve Ladsous kepada wartawan setelah voting.

Perancis melakukan invasi militer ke Mali pada Januari dengan dalih untuk menghentikan kemajuan pejuang Islam menuju ibukota Bamako. Pasukan Perancis dan Afrika sejak itu mendesak mundur para pejuang Islam ke padang gurun dan tempat persembunyiannya di daerah gunung, daerah tempat mereka melakukan serangan gerilya.

Meskipun Perancis menarik kekuatannya dari Mali, tapi tetap mempertahankan sekitar 1.000 tentara dan mereka akan bertanggungjawab untuk serangan militer terhadap para pejuang Islam.

Resolusi PBB 2100 memberi kewenangan kepada Perancis untuk campur tangan jika pasukan PBB di bawah ancaman serius dan ada permintaan dari Sekjen PBB Ban Ki-moon.

“Tentara kami masih di Mali, bisa mendukung operasi penjaga perdamaian jika keadaan meminta,” kata Presiden Perancis Francois Hollande dalam sebuah pernyataannya menyambut resolusi PBB.

Resolusi itu mengatakan bahwa pasukan PBB yang baru harus menggunakan semua langkah yang diperlukan untuk menstabilkan kota-kota besar, melindungi warga sipil dan membantu pemerintah memperpanjang kekuasaannya atas bangsa besar di Afrika Barat itu.

Saat ini Mali cenderung stabil dengan gerakan perlawanan Tuareg masih menolak untuk melucuti senjata. Dan pejabat PBB mengakui bahaya yang dihadapi  pasukan Misi Stabilisasi Multidimensional Terpadu  PBB di Mali (UN Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali/MINUSMA).

Dalam laporan terbaru di Mali, Ban mengatakan misi PBB yang baru akan menghadapi ancaman nyata dari kelompok perlawanan dengan taktik, proliferasi senjata, bom rakitan, bom yang tidak meledak atau ranjau darat.

Pasukan PBB akan dikerahkan maksimal 11.200 tentara dan 1.440 polisi, sebagian besar berasal dari 6.300 tentara dari 10 negara Afrika siap di Mali. Sekitar 150 tentara Prancis akan bergabung dengan MINUSMA.

Dewan Keamanan akan memutuskan selama 60 hari berikutnya, jika telah terjadi penghentian operasi tempur besar oleh pasukan militer internasional dan penurunan signifikan kapasitas kekuatan gerilyawan sehingga misi PBB dapat mulai tepat waktu.

Misi PBB akan membantu melatih pasukan keamanan Mali dan juga akan memainkan peran kunci dalam upaya politik untuk membangun kembali negara yang lemah itu.

Mereka akan membantu pemerintah transisi Mali menyelenggarakan pemilihan presiden dan legislatif yang inklusif, bebas, adil dan transparan, serta membantu memulai dialog nasional yang inklusif dan proses rekonsiliasi.

Namun banyak pengamat yang meragukan tentang kemampuan pemerintah menyelenggarakan pemilu dengan target waktu tanggal 31 Juli.

PBB harus membantu mengatasi ketidakpercayaan yang mendalam antara pemerintah Bamako dengan etnis Tuareg dan minoritas Arab. Masyarakat internasional juga prihatin tentang pengaruh sisa-sisa para pemimpin kudeta Mali selama pemerintahan transisi. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply