DIPLOMAT DAN WARGA AS TEWAS DI AFGHANISTAN

Washington, 26 Jumadil Awal 1434/7 April 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry mengonfirmasi, diplomat dan warga sipil AS tewas di Afghanistan Selatan pada Sabtu (6/4), seperti dilansir Press TV yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Para pejabat Amerika dan Afghanistan mengatakan tiga tentara dan dua warga sipil AS tewas saat sebuah bom mobil menyerang konvoi pasukan NATO pimpinan AS di Qalat, ibukota provinsi Zabul, Afghanistan Selatan. Seorang dokter Afghanistan juga tewas dalam serangan itu.

Peristiwa itu adalah peristiwa paling mematikan bagi perang AS selama delapan bulan terakhir.

Pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sekitar sembilan orang AS dan warga Afghanistan lainnya terluka dalam serangan itu.

Pada Sabtu malam (6/4), Kerry menyatakan berkabung atas hilangnya petugas dinas luar negeri AS tersebut, dan mengatakan ia telah bertemu dengannya di Kabul pekan lalu. 

“Saya berharap semua orang di negara kita bisa melihat pengabdian, loyalitas dan kerja kerasnya yang luar biasa dan diplomat kita melakukan hal berbahaya di garis depan di tempat-tempat yang paling berbahaya di dunia,” kata Kerry.

Juru bicara Taliban Qari Yousef Ahmadi mengaku bertanggung jawab atas serangan Zabul. Pejabat nasional AS yang lain juga tewas dalam serangan terpisah Taliban di Afghanistan Timur.

Pada 16 Agustus 2012 lalu, tujuh tentara Amerika juga tewas dalam dua serangan di provinsi Kandahar. Enam lainnya tewas ketika kelompok militan Taliban itu menembak jatuh helikopter militer AS dan satu tentara tewas dalam serangan bom.

Menurut website icasualties.org, total 30 tentara asing, termasuk 24 tentara AS serta  Enam warga sipil asing tewas di Afghanistan pada tahun ini. Sementara itu, sebanyak 3279 tentara asing telah tewas di Afghanistan sejak perang pimpinan AS yang dimulai pada tahun 2001.

Meningkatnya jumlah korban militer di Afghanistan telah menyebabkan kemarahan meluas warga AS dan negara-negara anggota NATO lainnya, mengurangi dukungan publik untuk perang Afghanistan.

Perang pimpinan AS di Afghanistan dimulai pada Oktober 2001. Invasi tersebut menggulingkan kelompok Taliban dari kekuasaan, tetapi ketidakamanan terus meningkat di seluruh Afghanistan, meskipun didatangkan 100.000 tentara pimpinan AS. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)  

Leave a Reply