KELUARGA KORBAN MAVI MARMARA BERTEMU PEJABAT TURKI KENANG PARA AKTIVIS

Ankara, 23 Jumadil Awwal 1434/ 4 April 2013 (MINA) – Keluarga dari sembilan korban serangan Israel terhadap kapal bantuan Mavi Marmara tahun 2010 bertemu Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dan Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc pada ramah tamah mengenag aktivis, Selasa malam (2/4).

Jamuan makan malam di kediaman resmi Menlu Davutoglu, diselenggarakan berkaitan dengan pembicaraan kompensasi Israel terhadap keluarga korban Mavi Marmara, lapor Today’s Zaman, yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Berbicara dalam sebuah wawancara televisi, PM Arinc mengatakan, delegasi Israel direncanakan tiba di Turki pada 11 April untuk membicarakan kesepakatan kompensasi keluarga korban.

Kompensasi merupakan salah satu dari tiga opsi yang diajukan Turki untuk normalisasi hubungan dengan Israel, selain permintaan maaf resmi dan pencabutan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu menghubungi PM Turki Recep Tayyip Erdogan (22/3) untuk menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan operasional yang menyebabkan hilangnya nyawa aktivis asal Turki serta menyetujui kesepakatan kompensasi.

Netanyahu berharap dengan adanya permintaan maaf tersebut, Turki tidak lagi mengajukan tuntutan terhadap Israel.

Para pejabat Turki dalam jamuan makan malam menolak berkomentar pertemuan terkait tawar-menawar kompensasi dengan keluarga korban.

“Hanya sebatas syukuran mengenang para syuhada insiden Mavi Marmara,” ujar salah seorang pejabat.

Pejabat setempat mengatakan kepada kantor berita Anatolia bahwa jamuan makan malam sudah direncanakan jauh hari sebelum permintaan maaf itu, setelah kunjungan Menlu Davutoglu ke Gaza November 2012 lalu.

“Namun jadwal itu tertunda karena banyak hal, dan pertemuan serupa dengan keluarga telah digelar sebelumnya, tapi ini adalah yang paling banyak dihadiri,” ujarnya.

Hanya keluarga dari aktivis Cengiz Songür tidak tampak hadir pada acara tersebut karena dikabarkan sedang berada di luar negeri.

Menyinggung permintaan maaf Israel, Menlu Davutoglu mengatakan bukan berarti adanya hubungan apapun, itu semata karena diplomasi Turki.

“Tidak ada hubungan antara permintaan maaf Israel dengan kebijakan Turki, berkaitan dengan masalah Suriah atau Iran,” kata Davutoglu.

Menurutnya, Israel akhir-akhir ini memang banyak mengalami tekanan diplomatik serius dari berbagai negara di segala bidang. Sehingga Israel berusaha mencari ruangan manuver. (T/P011/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply