DRONE AS TETAP OPERASI PASCA PENARIKAN PASUKAN DI AFGHAN

Kabul, 15 Jumadil Akhir 1434/25 April 2013 (MINA) – Komando militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan menegaskan, Rabu (24/4), bahwa drone bersenjata AS akan tetap dioperasikan di langit Afghanistan pasca penarikan sebagian besar pasukan, Khaama Press melaporkan dan dikutip Mina.

“Saya kembali akan operasikan pesawat jarak jauh. Mereka dapat mengumpulkan data intelijen, tetapi mereka juga bersenjata. Mereka dapat memberikan perlindungan kekuatan untuk pasukan koalisi kami,” kata Komandan Angkatan Udara AS/NATO Mayjen H.D. Polumbo kepada para wartawan.

“Dan ketika komandan koalisi pasukan darat kita menganggap tepat, mereka dapat mengontrol udara dengan melepaskan mesiu dari RPAs dalam mendukung Afghanistan.”

Palumbo mengatakan drone tidak akan menjadi satu-satunya pendukung udara yang tersedia untuk tentara Afghanistan setelah 2014, ketika sebagian besar pasukan AS dijadwalkan untuk meninggalkan Afghanistan. Tapi beberapa pesawat tempur pembom berawak akan tetap di medan perang.

“Salah satu alasan drone akan tetap di atas Afghanistan, karena tentara Afghanistan tidak memiliki pesawat untuk dukungan udara selama tembak-menembak dengan Taliban,” kata Palumbo.

Polumbo tidak menyebutkan berapa jumlah drone yang akan disediakan pasca fase perang Afghanistan tersebut, atau model khusus akan digunakan jika disetujui.

Ia juga menambahkan bahwa ia akan mengambil tahun sebelum Afghanistan dilatih oleh Tucanos Super yang diharapkan tiba di Afghanistan tahun depan.

Sebagai pasukan keamanan koalisi pimpinan NATO, termasuk pasukan AS, bersiap-siap meninggalkan Afghanistan akhir 2014, namun militer AS berencana tetap memiliki kekuatan bersenjata di atas langit Afghanistan.

Namun keputusan tersebut sepenuhnya akan tergantung pada kesepakatan yang dicapai kedua negara dalam pembicaraan yang sedang berlangsung. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply