EKONOMI ISLAM BISA BANGKIT JIKA BERSATU

Mata Uang Islam (Dinar & Dirham)

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Umat Islam yang saat ini masih terpuruk diyakini bisa bangkit jika salah satu unsur terpenting dalam kebangkitan itu, yakni ekonominya juga bisa bangkit. Bangkitnya ekonomi Islam ini harus dilakukan dengan cara bersatu.

“Sistem ekonomi Islam harus bangkit dengan cara bersatunya seluruh umat Islam dalam satu visi dan misi. Perbankan Islam harus bisa menemukan cara agar bisa menyerasikan ekonomi riil dan sumber daya yang ada,” kata Mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania, Abdul Salam Al-ABbadi dalam Konferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian di Jakarta, Rabu (24/4).

Saat ini, masyarakat semakin sadar dengan ekonomi Islam dalam bentuk dinar. Untuk mewujudkan penyatuan mata uang ini, menurut Abdul Salam, umat Islam harus memiliki pasar bersama yang menyepakati menggunakan satu mata uang tersebut.

“Tidak mungkin adanya penyatuan mata uang tanpa adanya pasar bersama,” ungkap Abdul Salam dalam konferensi tersebut.

Lebih lanjut lagi Abdul Salam mengatakan, jika saat ini Organisasi Kerja sama Islam (OKI) sedang berusaha mewujudkan pasar bersama demi penyatuan mata uang Islam sama seperti yang telah berlaku di Eropa berupa mata uang Euro.

Konferensi Internasional ini terwujud berkat kerjasama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania. Dengan mengusung tema peradaban, dan perdamaian, Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan konferensi itu diharapkan akan melahirkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Dalam konferensi tersebut juga dibicarakan prospek dan teknis kerja sama pemerintah Indonesia dengan kerajaan Yordania mengenai perbankan wakaf yang sekarang sudah diterapkan di Yordania dan mendapat respon positif dari umat Islam di sana. (L/P01/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply