EKONOMI UNSUR PENTING UNTUK CAPAI PERDAMAIAN DUNIA

Mata Uang Islam (Dinar & Dirham)

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Guru Besar Universitas Yarmuk, Yordania, Ahmad al-Said mengungkapkan peran ekonomi dalam perdamaian dan peradaban dunia sangatlah penting, segala sesuatu diukur dari tingkat ekonominya.

“Ekonomi sangatlah penting bagi kehidupan yang damai, banyak perang yang disebabkan oleh faktor ekonomi,” ungkap Ahmad pada hari kedua Konferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian di Jakarta, Rabu (24/4).

Dalam hal itu, Ahmad mengaitkan dengan sistem perbankan Islam yang telah muncul sekitar 35 tahun lalu. Menurutnya, sistem perbankan Islam ini sangat berperan besar dalam sistem ekonomi dunia ketika dua sistem ekonomi lainnya mulai runtuh dan hilang.

Sistem ekonomi dunia dulu dikuasai oleh dua sistem milik Barat yakni Sosialis dan Kapitalis. Sistem sosialis saat ini sudah hilang dan sekarang tinggal sistem Kapitalis yang masih dilaksanakan bersamaan dengan semakin dipercayainya sistem ekonomi Islam sebagai “sistem ekonomi alternatif”. Para pakar ekonomi dari Eropa juga tertarik dengan sistem ekonomi Islam itu karena menghindarkan para pelaku dari tindakan tidak terpuji seperti korupsi karena pembagian yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam ekonomi tersebut.

Sementara itu, seiring dengan semakin digemarinya sistem ekonomi Islam, sistem Kapitalis pun perlahan-lahan melemah. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh para pendiri dan pelaku sistem ekonomi Kapitalis itu sendiri yang menyebutkan jika ekonomi Kapitalis itu tidak runtuh, maka akan mempersulit para pelaku ekonomi itu sendiri.

Dalam kesempatan ini, sistem ekonomi Islam harus bangkit dengan cara bersatunya seluruh umat Islam dalam satu visi. Perbankan Islam harus bisa menemukan cara agar bisa menyerasikan ekonomi riil dan sumber daya yang ada.

Saat ini, masyarakat semakin sadar dengan ekonomi Islam dalam bentuk dinar. Untuk mewujudkan penyatuan mata uang itu, menurut mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania, Abdul Salam Al-Abbadi, umat Islam harus memiliki pasar bersama yang menyepakati menggunakan satu mata uang tersebut.

“Tidak mungkin adanya penyatuan mata uang tanpa adanya pasar bersama,” ungkap Abdul Salam dalam konferensi tersebut.

Lebih lanjut Abdul Salam menguraikan kalau saat ini Organisasi Kerja sama Islam (OKI) sedang berusaha mewujudkan pasar bersama tersebut demi penyatuan mata uang Islam sama seperti yang telah berlaku di Eropa berupa mata uang Euro.

Konferensi internasional tersebut adalah kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Yordania. Dengan mengusung tema perdamaian dan perdamaian, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan konferensi ini diharapkan akan melahirkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Dalam konferensi itu juga dibicarakan prospek dan teknis kerja sama pemerintah Indonesia dengan kerajaan Yordania mengenai perbankan wakaf yang sekarang sudah diterapkan di Yordania dan mendapat respon positif dari umat Islam di sana. (L/P01/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply