FATAH, HAMAS, DAN MESIR SEPAKATI PERSATUAN NASIONAL PALESTINA

Gaza, 19 Jumadil Akhir 1434/29 April 2013 (MINA) – Seorang anggota senior Komite Sentral Fatah, Azam Al-Ahmad mengatakan kepada surat kabar Al-Ayyam, gerakan Fatah berkomunikasi dengan Mesir dan Hamas dalam menyepakati tanggal untuk konsultasi lebih lanjut mengenai pembentukan pemerintah persatuan nasional di Palestina.

Azam al-Ahmad yang bertanggung jawab dalam dialog Fatah mengatakan, ia kemungkinan besar akan segera menuju ke Kairo dan bertemu dengan Presiden Mesir Muhammad Mursi, lapor MEMO yang dipantau oleh MINA, Senin (29/4).

Al-Ahmad menekankan, pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada Sabtu (28/4) merupakan hal yang biasa. 

“Ini semua keputusan  yang telah disepakati,” katanya. “Saya tidak terkejut dengan reaksi dari juru bicara Hamas, saya percaya ini akan menjadi pergerakan dalam proses rekonsiliasi,” tambahnya.

Pejabat Fatah itu menanggapi pernyataan yang dibuat oleh Yusuf Rizka, Penasihat Politik untuk Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh. Menurut Rizka, Fatah kurang bertekad dalam mencapai rekonsiliasi nasional, terbukti pada suspensi Presiden Abbas dari proses rekonsiliasi ketika dituntut untuk melakukan permintaan pemerintahan Obama untuk kembali ke perundingan bersama dengan Israel.

Rizka mengatakan, kepemimpinan Otoritas Palestina kini terlibat dalam pertempuran media dan mengambil keuntungan dari pengunduran diri Salam Fayyad dan kebutuhan Tepi Barat untuk membentuk pemerintah baru. “Ini tidak akan menyelesaikan masalah korupsi, Otoritas Palestina juga tidak mencerminkan niat yang serius,” tambah Rizqa.(T/P08/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply