MASYARAKAT INTERNASIONAL SERUKAN HAK KEMBALI PENGUNGSI PALESTINA

Bethlehem, 21 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA)  – Forum Masyarakat Internasional WSF (The World Social Forum) menyerukan hak-hak para pengungsi Palestina yang saat ini hidup di luar negaranya agar bisa kembali ke kampung halamannya.

Hal itu disampaikan dalam dalam sebuah surat pernyataan dan orasinya di kota Bethlehem pada Ahad (31/1) lalu. Harian Maan melaporkan seperti diterima Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Pawai tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Pertanahan Dunia dan peringatan tragedi pembunuhan massal tentara Israel atas rakyat Palestina pada tahun 1976  serta perampasan tanah rakyat Palestina di kota Al Quds (Yarussalem) dan sekitarnya.

Forum tersebut diikuti sekitar 30.000 sampai 4.500 massa dari berbagai organisasi internasional yang berada di Palestina yang peduli dengan perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

“Kami berbaris hari ini untuk memastikan bahwa hak-hak rakyat Palestina untuk bergerak bebas melalui laut atau darat harus dihormati. Kami akan terus melawan blokade  yang dilakukan oleh Israel atas wilayah-wilayah Palestina, khususnya di Jalur Gaza,” kata David Heap selaku koordinator aksi tersebut. 

Para aktivis pengunjuk rasa itu serempak memakai syal bergambar bendera Palestina dan pakaian keffiyeh hitam putih sebagai lambang dukungan mereka kepada perjuangan negara tersebut.

Sebelumnya, aksi yang sama juga diadakan di Kota Tunis, Tunisia, Afrika Utara. Mereka juga menyerukan pembebasan tahanan politik Palestina, pembongkaran tembok Israel yang memisahkan wilayah-wilayah di Palestina dan pengakhiran blokade Israel atas Jalur Gaza.

Dalam sidang umum forum tersebut menyerukan kepada negara –negara yang peduli dengan perjuangan rakyat Palestina untuk melakukan embargo senjata terhadap Israel dan mendesak tentara mereka untuk mengakhiri blokade atas wilayah Gaza. Mereka juga menyerukan pembubaran dan restrukturisasi kuartet (empat pihak) mediator internasional yang saat ini dipegang oleh Rusia, PBB, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Pada hari Sabtu (30/3), lebih dari 15.000 aktifis melakukan aksinya di Tunis, menyuarakan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. (T/P04/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply