PERETAS SERANG MASSAL ISRAEL DI DUNIA MAYA

Jakarta, 26 Jumadil Awwal 1434/7 April 2013 (MINA) – Kelompok peretas (hacker) yang menamakan dirinya ‘Anonymous’ benar-benar membuktikan janji mereka untuk menyerang akun media sosial dan situs-situs Israel serta melenyapkan mereka pada Ahad pagi ini (7/4). Terbukti beberapa situs dengan nama domain Israel telah berhasil diubah tampilannya dengan pesan-pesan perlawanan kepada negara Zionis tersebut.

Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet.

Di antara situs yang berhasil diubah tampilan mukanya yaitu http://isscongress.co.il dan http://icf-congress.co.il/. Menurut pemantauan Mi’raj News Agency (MINA), dalam 45 menit ribuan peretas Anonymous menyerang 19.000 akun media sosial Facebook dan meretas lebih dari 350 situs Israel.

Para peretas Anonymous menyatakan,  hingga saat ini, Israel tidak juga menghentikan pelanggaran HAM-nya di Palestina. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan agar Palestina diakui sebagai sebuah negara. Tim peretas telah memutuskan bersatu melawan Israel sebagai satu kesatuan. “Israel harus mendapatkan hukuman dan kami siap menghapus Israel dari dunia internet,” ungkap salah satu peretas seperti dikutip thehackernews.com yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Dalam pesannya melalui video yang diterima MINA, Anonymous juga menyampaikan akan menyerang Israel melalui tiga tahap. Pertama, mereka akan menghilangkan nama Israel dari dunia maya. Kemudian langkah kedua, mereka akan menyebar luaskan rencana jangka panjang Israel di masa depan dan akan memberikan berita yang sebenarnya mengenai kejahatan Israel melalui internet. Langkah terakhir yang diambil Anonymous adalah ancaman serius kepada Israel yang tidak akan memaafkan semua kejahatan Israel.

Bulan lalu, kelompok peretas internet tersebut mengatakan melalui akun media sosial twitter-nya, mereka memperoleh akses ke data pribadi lebih dari 30.000 pejabat Israel, termasuk pejabat militer, politisi dan agen Mossad, mereka akan memberikan informasi secara bertahap kepada publik.

Bersatu Hapus Israel di Dunia Maya

Kelompok peretas Anonymous telah meluncurkan serangkaian serangan cyber  terhadap situs-situs Israel sejak November 2012 sebagai pembalasan atas serangan Israel di Jalur Gaza.

Anonymous mengatakan telah meluncurkan kampanye #OpIsrael di twitter menyusul ancaman oleh Tel Aviv untuk memotong semua hubungan telekomunikasi di Gaza. Kampanye #OpIsrael di twitter dan jejaring sosial lainnya bertujuan untuk menghapus Israel dari dunia internet. Serangan secara massif dilaksanakan pada 7 April 2013 ini.

“Kelompok peretas memutuskan untuk bersatu melawan Israel, dan Israel harus siap menjadi pihak yang terhapus di internet. Ini bukan hanya satu peretas, bukan pula satu tim peretas, tapi ini adalah kumpulan berbagai peretas,” tulis kelompok Anonymous.

Mereka mengklaim, dilihat dari daftar peretas yang bersedia bergabung, termasuk banyak dari kawasan Timur Tengah, serangan ini akan menjadi serangan cyber terbesar yang pernah ditujukan untuk suatu negara. 

Serangan tersebut menimbulkan kecemasan serius dari pemerintah Israel. Sumber resmi pemerintah Israel melaporkan ada sekitar 44 juta jenis serangan unik pada website pemerintah. Website utama negara juga mengalami serangan Penolakan Layanan secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service/DDoS), serta data pribadi yang berhubungan dengan pejabat-pejabat Israel.

Media massa Haaretz asal Israel melaporkan, pemerintah menanggapi serius ancaman ini dan menyiapkan pertahanan cyber negara. Direktur Kelompok Online Pemerintah Israel, Ofir Ben Avi mengakui bahwa #OpIsrael memang sedang diorganisasikan dalam beberapa hari terakhir. 

“Yang membedakan gerakan ini dengan serangan sebelumnya adalah ini benar-benar dilakukan oleh kelompok tanpa nama yang bergabung menjadi satu kekuatan,” kata Ben Avi.

Israel juga meminta bantuan Perancis untuk membantu mereka menghadapi serangan itu. Kepala Departemen Informasi dan Keamanan Israel bekerja untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi serangan dan melindungi jaringan mereka.

Pada waktu Israel menyerang Jalur Gaza November 2012, para peretas berhasil menonaktifkan lebih dari 650 situs Israel, disertai ancaman agar Israel segera menghentikan aksinya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Tak lama setelah kampanye pro-Palestina diluncurkan, puluhan website Israel dirusak atau diserang. Banyak situs di Israel diganti dengan pesan-pesan yang mendukung Hamas dan Palestina.

Pada aksi kali ini, Anonymous menargetkan serangan terhadap 700 situs Israel, termasuk sistem pertahanan pemerintah Israel, situs resmi Presiden dan Kementerian Luar Negeri Israel.

Tak kalah para peretas di Indonesia juga ikut bergabung dalam kampanye #OpIsrael, mereka bersatu dengan para peretas dari seluruh negara mendukung aksi hapus Israel dari dunia maya, ini adalah contoh website yang berhasil diretas maupun diubah tampilannya, silahkan lihat : http://qmi.co.il dan http://ebest.co.il.

Para aktivis peretas Anonymous itu juga mengajak para “tentara cyber” di seluruh dunia untuk bergabung bersama melakukan perang terhadap Israel secara kolektif. (L/P01/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply