HAMAS SERU REKONSILIASI MENYELURUH

Gaza, 18 Jumadil Akhir 1434/28 April 2013 (MINA) – Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas menyerukan kepada semua elemen dan faksi di Palestina untuk melaksanakan rekonsiliasi sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam Perjanjian Kairo dan Deklarasi Doha.

Hal itu disampaikan salah seorang pemimpin Hamas Dr Salah Bardawil, Sabtu (27/4) dalam sebuah konferensi pers di Gaza. Media Alresalah melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Dalam konferensi pers itu, Hamas menyebutkan kesepakatan rekonsiliasi itu meliputi; pembentukan pemerintah, Pemilu, kebebasan memilih, pembentukan komite nasional Palestina, dan rekonsiliasi antar masyarakat Palestina.

Hamas juga menekankan prinsip-prinsip konsensus dan kemitraan antara semua elemen dan faksi Palestina sebagai kekuatan nasional dalam memutuskan mekanisme dan tanggal untuk melaksanakan keputusan-keputusan hasil rekonsiliasi.

Bardawil juga menekankan bahwa setiap langkah dalam membahas pelaksanaan rekonsiliasi harus secara akurat dan seimbang dan melibatkan semua pihak. “Jangan sampai pengambilan keputusan dilakukan secara sepihak,” katanya.

“Rekonsiliasi adalah tujuan strategis dan implementasinya harus mencakup keseluruhan dari butir-butir kesepakatan. Harus ada komunikasi yang baik dalam melaksanakan hal itu,”tambahnya.

Petinggi Hamas itu juga menegaskan bahwa jika ingin melaksanaan perjanjian rekonsiliasi untuk mengembangkan roadmap perjuangan, pihaknya akan mendiskusikan masalah ini dengan cara yang positif.

Sebelumnya, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas telah mengumumkan bahwa sudah ada keputusan untuk memulai konsultasi pembentukan komite pemerintah nasional Palestina dan penetapan tanggal pemilu.

Rekonsiliasi menjadi agenda penting bagi semua rakyat Palestina, khusunya Hamas dan Fatah untuk bersatu membangun Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel. Selama ini, upaya rekonsiliasi selalu digagalkan oleh negara Zionis itu dengan berbagai cara.

Kedua faksi itu sempat terlibat sengketa sejak Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007, menyusul kemenangannya dalam pemilihan parlemen Palestina satu tahun sebelumnya. Namun berkat mediasi Mesir, kedua faksi mencapai kesepakatan persatuan pada April 2011. Presiden Mesir Mohamed Morsi mengadakan pertemuan tiga pihak dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan pemimpin Hamas Khaled Meshaal, tentang upaya rekonsiliasi demi terwujudnya kemerdekaan Palestina. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply