PENGAMAT TIMUR TENGAH : MASYARAKAT DUNIA WAJIB BANTU PALESTINA

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1434/12 April 2013 (MINA)— Seorang pengamat Timur Tengah mengatakan, sudah sepatutnya kewajiban masyarakat dunia untuk membantu Palestina mengingat perekonomian Palestina menjadi kacau akibat penjajahan yang terus dilakukan oleh Israel.

“Palestina adalah sebuah wilayah yang terisolasi, mereka tidak bisa mengembangkan dirinya sendiri dan sudah menjadi kewajiban dunia untuk membantu Palestina khususnya bantuan dari United Nation Relief and Work Agency for Palestina Refugees (UNRWA),” kata Hamdan Basyar, Direktur Eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) kepada Mi’raj News Agency Rabu malam (10/4).

Menurutnya, Perekonomian Palestina menjadi kacau, otoritas Israel secara garis besar memungut pajak bagi setiap pekerja Palestina terutama di wilayah jajahan Israel tetapi pajak tersebut belum diserahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDDA) Palestina sejak kemenangan Hamas beberapa tahun lalu.

“Pemerintah Palestina kewalahan untuk membiayai pemerintahannya dan masyarakatnya, maka sudah sepatutnya menjadi kewajiban dunia untuk membantu Palestina,” tegas Hamdan.

Kondisi yang semakin memburuk juga dirasakan oleh rakyat Palestina di Jalur Gaza. Serangan delapan hari penjajah Israel di Jalur Gaza pada 14-21 November 2012 lalu telah mengakibatkan 185 orang tewas dan 1399 lainnya mengalami luka-luka.

Serangan bernama operasi militer ‘Pillar of Clouds’ itu juga mengakibatkan kerugian ekonomi di sektor industri dan transportasi  juga hancurnya bangunan pribadi dan publik. Sekitar dua ratus rumah hancur total, sedangkan 8300 rumah rusak serta sekitar 37.000 pohon buah-buahan matang hancur dibombardir penjajah Israel.

Gaza telah diblokade sejak Juni 2007, situasi yang telah menyebabkan penurunan standar hidup, tingkat pengangguran tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tak henti-hentinya kemiskinan terus mereka alami.

AS  Bantu Ekonomi Palestina Jika Mau Berunding Lagi

Sementara itu, Hamdan mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memberikan bantuan ekonomi kepada rakyat Palestina jika Palestina mau berunding lagi dengan AS.

Sejak 2010, Palestina berhenti berunding dengan Israel. Perundingan tersebut terhenti sejak Israel membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan di Al-Quds (Yerusalem).

“Pemerintah AS sudah lama berkomitmen akan membantu ekonomi Palestina, jika Palestina mau kembali berundingan dengan Israel, dan yang menjadi kendala adalah bahwa Palestina tidak mau berunding lagi,” tambahnya. (L/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply