IMAAM JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) : SERANGAN ‘ANONYMOUS’ PERINGATAN KERAS BAGI ISRAEL

Jakarta, 27 Jumadil Awal 1434/8 April 2013 (MINA) – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), H. Muhyiddin Hamidy menyatakan, serangan para peretas (Hacker) ‘Anonymous’ seluruh dunia terhadap situs-situs Israel merupakan peringatan keras bagi Israel.

“Serangan ini merupakan pelajaran keras untuk Israel agar mereka sadar dengan perbuatannya yang hingga kini menjajah rakyat Palestina. Kedzaliman Israel harus dihentikan segera supaya masyarakat di bumi ini damai dan aman,” tegas Hamidy kepada Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Ahad malam (7/4).

Sejak Ahad pagi (7/4), kelompok peretas (hacker) yang menamakan dirinya ‘Anonymous’ di seluruh dunia menyerang akun media sosial dan situs-situs Israel serta mengambil data informasi rahasia Israel termasuk data pejabat negera penjajah itu.

Menurut pemantauan Mi’raj News Agency (MINA), hingga kini, ribuan peretas Anonymous telah menyerang ribuan akun media sosial dan meretas situs-situs internet milik Israel termasuk situs pemerintah.

Hamidy juga mengatakan, apa yang terjadi saat ini adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesuai dengan Al-Qur’an surah Al An’am ayat 59 yang mengatakan, tidak ada satu peristiwa yang terjadi di muka bumi ini melainkan atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Di dunia ini, kelompok penentang kebatilan dan para pembenci musuh Allah pasti ada dan mereka akan berjuang untuk menghapus kebatilan dan kedzaliman di muka bumi ini. Saat ini, kita lihat Israel dengan kesombongannya menjajah tanah Palestina. Mereka pasti punya musuh yang banyak di dunia ini,” jelasnya.

Hamidy yang merupakan mandataris Konferensi Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina tahun lalu itu juga mengatakan, jika Israel tidak segera menghentikan penjajahannya di bumi Palestina, maka akan ada peringatan dari Allah yang lebih keras lagi dari sekadar serangan cyber ini.

Sekitar 300 peserta dari perwakilan 20 negara hadir dalam Konferensi Pembebasan Al-Quds dan Palestina yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat pada 4-5 Juli 2012 lalu.

Konferensi tersebut telah menghasilkan Deklarasi Bandung untuk pembebasan Kota Al-Quds yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha dan wilayah Palestina secara keseluruhan.

Dalam menyatukan langkah perjuangan itu, konferensi menetapkan Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), H. Muhyiddin Hamidy sebagai Pimpinan Tim Syuro untuk persiapan penyatuan umat Islam dengan penegakan khilafah dalam pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina maupun pembelaan kepentingan Muslim internasional.

Dalam serangan kelompok peretas ‘Anonymous’ itu, Hamidy menyerukan untuk para peretas ‘Anonymous’ di seluruh dunia agar perjuangan tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa mereka sedang berhadapan dengan pelaku kedzaliman di muka bumi ini. Tujuannya harus sama yaitu menghentikan kesewenang-wenangan dan penindasan mereka terhadap rakyat Palestina.

“Siapa saja yang menjadi ‘Anonymous’ hendaknya sadar dengan perjuangan ini. Kita sedang melawan pelaku kadzaliman dan penindasan. Kebenaran harus kita bela demi tegaknya keadilan dan keamanan di muka bumi ini,” paparnya.

Sedangkan untuk para insan media, Hamidy menyatakan agar tidak tertipu oleh pemberitaan-pemberitaan media Barat yang notabene membela Israel. Mereka bekerja bukan untuk menyampaikan kebenaran, tapi ada kepentingan yang tersembunyi, yaitu membela kepentingan penjajah Israel dan semua kebijakannya.

“Para insan media harus bekerja dengan ikhlas dan murni menyampaikan kebenaran. Media harus independen, tidak bergantung kepada lembaga lain yang memiliki kepentingan tertentu. Media Islam harus bersatu melawan ketidakadilan ini,” tegas Hamidy. (L/P04/P015/P06/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply