SEKOLAH KATOLIK DI INDIA LARANG SISWI MUSLIM PAKAI JILBAB

Bokakhat, India, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Insiden pelarangan memakai Jilbab terjadi di Kristo Jyoti School, wilayah Bokakhat, Distrik Assam Golaghat, India saat seorang Siswi berusia empat tahun diancam diusir dari sekolah itu jika memakai jilbab ke sekolah,

Pelarangan memakai Jilbab tersebut merupakan misi Katolik yang dikelola oleh Kristo Jyoti School, di mana pihak berwenang tidak mengizinkan seorang gadis Muslimah, Fathima Bibi, untuk memakai jilbab ke sekolah, menurut laporan ABNA seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (24/4).

Fathima diberi peringatan selama 15 hari untuk melepaskan jilbabnya atau dikeluarkan dari sekolah. Kedua orang tua Fathima mengangkat insiden tersebut ke Pengadilan Tinggi Guwahati untuk meminta perlindungan agar siswi Muslimah dapat memakai jilbab sebagai kewajiban bagi perempuan umat Islam.

Alee ahmad, ibu dari Fathima mengatakan, dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengajukan insiden pelarangan jilbab ke Pengadilan untuk mendapat keadilan.

“Hijab adalah bagian dari umat Islam, jadi Fathima memakainya, saya berharap mendapat keadilan bagi putri saya,” kata Alee.

Namun, pihak sekolah bersikeras akan mengeluarkan Fathima jika ia terus mengenakan jilbab ke sekolah. Kepala Sekolah itu mengatakan, ia memiliki kewenangan atas siswanya dan Fathima dituduh sudah melanggar norma-norma sekolah.

“Selain Fathima, ada beberapa siswi Muslimah, jika mereka mempunyai keyakinan memakai jilbab maka kita harus membiarkan mereka memakainya,” katanya.

Islam merupakan agama kedua terbesar yang diyakini di India setelah Hindu. Islam datang ke India melalui dakwah Islam dan jalur perdagangan Arab di Pantai Malabar India sejak abad ke-7.  (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply