INDONESIA DAN BANGLADESH BAHAS ISU ROHINGYA

Nusa dua, 23 Jumadi Awwal 1434/4 April 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa dan mitranya Menteri Luar Negeri Bangladesh, Dipu Muni mengadakan pertemuan bilateral membahas isu Rohingya, di sela-sela Konferensi tingkat menteri ‘Bali Regional Ministerial Conference V (BRMC V)’, Selasa (2/4).

Konferensi tingkat menteri ‘Bali Regional Ministerial Conference V (BRMC V)’  yang diadakan di Bali itu membahas Penyelundupan dan Perdagangan Manusia serta Kejahatan Transnasional. Dalam konferensi tingkat menteri itu, Indonesia mengusulkan pembentukan kelompok kerja guna atasi tindak kejahatan perdagangan manusia.

Selain mengusulkan pembentukan kelompok kerja, Indonesia juga mengingatkan pentingnya upaya yang terfokus pada tindakan peringatan dini, pencegahan dan perlindungan bagi korban tindak pidana.

“Melalui pertemuan ini, masalah perdagangan manusia perlu mendapat perhatian lebih. Hal itu juga merupakan masalah penting bagi masalah penyelundupan manusia. Jadi harus ada upaya khusus dalam mencegah, mendeteksi, dan memberikan perlindungan bagi korban dari permasalahan tersebut,” kata Marty  seperti dikutip Rohingya News Agency.

Dia menambahkan tanpa upaya pencegahan, masalah perdagangan manusia akan terus terjadi di wilayah tersebut.

Selain persetujuan atas usulan Indonesia untuk membentuk kelompok kerja, para peserta Konferensi tingkat menteri BRMC V juga sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia dalam Pusat Kerja Sama Penegak Hukum Jakarta (Jakarta Center of Legal Enforcers Cooperation/JCLEC) sebagai acuan tindakan hukum terhadap pelaku yang melakukan kejahatan.

Indonesia memiliki instrumen hukum yang terkandung dalam hukum imigrasi dimana memfasilitasi langkah-langkah hukum dalam menangani penyelundupan manusia dan kejahatan perdagangan manusia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri luar negeri juga membahas hubungan bilateral antara Bangladesh dan Indonesia. Bangladesh sebagai penerima utama pengungsi Rohingya ingin melakukan diskusi yang mendalam dengan Indonesia mengenai masalah para pengungsi Rohingya tersebut. Ratusan ribu pengungsi Rohingya Muslim telah bermigrasi ke Bangladesh.  

Indonesia menjadi salah satu tujuan orang Rohingya karena Indonesia merupakan negara mayoritas muslim yang diharapkan dapat menjadi tempat berlindung yang aman bagi Muslim Rohingya.

Selain itu, Marty Natalegawa juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Feller Erika, Asisten Komisaris Tinggi Badan Pengungsi PBB (United Nations Refugee Agency/UNHCR). Dalam pertemuan itu, UNHCR memberikan apresiasi kepada Indonesia atas kontribusi negara terhadap pelaksanaan proses konferensi tingkat menteri di Bali dan untuk membantu menemukan solusi bagi masalah Muslim Rohingya di Myanmar.

“Mereka menghargai kontribusi yang kita berikan dalam Konferensi tingkat menteri ‘Bali Regional Ministerial Conference V (BRMC V)’ dan kontribusi kami untuk mencari solusi untuk masalah di Myanmar,” kata Marty.

Konferensi tingkat menteri ‘Bali Regional Ministerial Conference V (BRMC V)’  yang dihadiri oleh 12 menteri dari 11 negara anggota. Sebanyak 200 delegasi dari 40 negara dan delapan negara pengamat juga hadir untuk membahas upaya internasional untuk menangani pengungsi ilegal, kejahatan transnasional, penyelundupan dan perdagangan manusia. (T/P010/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply