INDONESIA LATIH 30 WARGA PALESTINA DI BIDANG MICROFINANCE

Jakarta, 6 Jumadil Akhir 1434/16 April 2013 (MINA) – Pemerintah Indonesia melatih 30 orang warga Palestina dalam bidang microfinance di Amman, Yordania, 12-15 April, bertujuan mendorong kemandirian ekonomi negeri yang sedang diblokade oleh Israel, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melaporkan.

“Indonesia akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai pengelolaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) serta kontribusinya dalam mendorong perekonomian negara (Palestina),” kata Direktur Kerja Sama Teknik Kemlu RI, Siti Nugraha Mauludiah, saat membuka pelatihan di bidang microfinance bagi Palestina, Jum’at (12/4).

Menurut pihak Kemlu, keperluan pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengembangan UMKM merupakan salah satu elemen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi sebuah negara. Untuk itu pemerintah RI memilih bentuk pelatihan microfinance kepada peserta dari Palestina sebagai bentuk dukungan pengembangan SDM negara tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia. Semula direncanakan kegiatan dilaksanakan di Ramallah, Palestina, agar terdapat interaksi langsung serta dalam rangka memberikan manfaat pelatihan kepada peserta yang lebih banyak. Namun, sulitnya memperoleh ijin masuk ke Palestina, maka pelaksanaan pelatihan dialihkan ke Amman.

Peserta pelatihan  adalah warga Palestina yang berasal dari wakil-wakil dari Kementerian Keuangan, Bank Sentral Palestina serta instansi/lembaga yang bergerak dibidang UMKM, yang berada di wilayah Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Juga perwakilan Palestina di Amman.

Siti mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut adalah salah satu bentuk dukungan kongkrit selain dukungan politik yang secara konsisten diberikan Indonesia selama ini menuju Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Indonesia akan terus melanjutkan bantuannya untuk mendukung pengembangan kapasitas SDM Palestina di berbagai bidang,” kata Siti.

Dalam kerangka New Asian African Strategic Partnership (NAASP), Pemerintah Indonesia juga optimis dapat merealisasikan pemenuhan komitmen dalam melatih 1.000 warga Palestina selama periode 2008-2013. Hingga akhir tahun 2012, pemerintah telah memfasilitasi 101 kegiatan pelatihan yang mengikutsertakan 842 orang Palestina.

Untuk mendukung tercapainya realisasi komitmen tersebut, pemerintah telah mengalokasikan US $ 1,5 juta pada tahun 2013, untuk membiayai berbagai kegiatan capacity building diberbagai bidang (UKM, demokrasi, good governance, pertanian, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan konstruksi).

Indonesia juga terus menjajaki peluang kerja sama trilateral dengan mitra pembangunan lainnya, melengkapi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM Palestina melalui skema bilateral.

Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Conference on Cooperation Among East ASIAN Countries for Palestinian Development (CEAPAD) II yang akan diselenggarakan pada bulan Februari 2014, untuk menggalang dukungan negara-negara Asia Timur dalam membantu pembangunan Palestina. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply