INDONESIA MUNDUR DARI CALON DIRJEN WTO

Jakarta, 19 Jumadil Akhir 1434/29 April 2013 (MINA) – Melalui pernyataannya yang dibacakan oleh wakil Perutusan Tetap RI untuk PBB, Jumat (26/4), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menyatakan pengunduran Indonesia dari pencalonan Direktur Jenderal World Trade Organization/WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) di Jenewa.

Situs resmi Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan bahwa walaupun mundur dari pencalonan Dirjen WTO, RI tetap menegaskan komitmen yang kuat di WTO dan menyatakan akan terus berkontribusi.

“RI menegaskan kembali komitmen yang tinggi mengenai pentingnya peran perdagangan dalam pembangunan dan menjaga integritas sistem perdagangan multilateral,” ungkap Mari Elka Pangestu dalam pernyataannya yang dibacakan di Jenewa tersebut.

Sebagai negara berkembang yang besar dan telah mengalami reformasi serta transformasi luar biasa selama delapan tahun terakhir, Indonesia mempunyai pengalaman berharga terkait peran perdagangan dalam pertumbuhan dan pembangunan.

Dalam hal ini disampaikan pula bahwa Indonesia juga secara aktif berperan di kancah kawasan dan global dalam rangka mendorong peran perdagangan dan pembangunan dan mengapresiasi segala dukungan dari negara-negara ASEAN.

“Selamat berjuang untuk calon yang masih dalam proses dan adalah harapan kami bahwa seluruh anggota WTO akan memilih kandidat yang terbaik untuk menjadi Direktur Jendral WTO,” kata Mari dalam surat pernyataannya.

“Agar lembaga terkemuka dalam perdagangan internasional itu dapat menghadapi tantangan-tantangan ke depan dan tetap menjadi lembaga yang relevan bagi kita semua”.

Pernyataan itu disampaikan setelah pengumuman resmi hasil putaran kedua dari proses pencalonan Direktur Jendral WTO.

WTO adalah organisasi internasional yang mengawasi banyak persetujuan tentang “aturan perdagangan” di antara anggotanya. Didirikan pada 1 Januari 1995 untuk menggantikan GATT, persetujuan setelah Perang Dunia II untuk meniadakan hambatan perdagangan internasional. Prinsip dan persetujuan GATT diambil oleh WTO, yang bertugas untuk mendaftar dan memperluasnya.

WTO merupakan pelanjut Organisasi Perdagangan Internasional (International Trade Organization/ITO). ITO disetujui oleh PBB dalam Konferensi Dagang dan Karyawan di Havana pada Maret 1948, namun ditutup oleh Senat Amerika Serikat.

WTO bermarkas di Jenewa, Swiss, sedangkan yang menjabat sebagai Direktur Jendral sebelumnya adalah Pascal Lamy (sejak 1 September 2005). Pada Juli 2008 organisasi ini memiliki 153 negara anggota.

Seluruh anggota WTO diharuskan memberikan satu sama lain status negara paling disukai, sehingga pemberian keuntungan yang diberikan kepada sebuah anggota WTO kepada negara lain harus diberikan ke seluruh anggota WTO. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply