INDONESIA-YORDANIA KERJASAMA KEMBANGKAN BANK ISLAM DAN PERGURUAN TINGGI

Sekjen Kementerian Agama (kemenag), Bahrul Hayat. foto: Kemenag dok

Jakarta, 10 Jumadil Akhir 1434/20 April 2013 (MINA) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Yordania akan melakukan kerja sama dalam program pengembangan bank Islam dan perguruan tinggi, kata Sekjen Kementerian Agama (kemenag),  Bahrul Hayat di Jakarta, Jum’at (19/4).

Untuk itu, Kemenag yang mewakili Indonesia serta Kementerian Wakaf dan Urusan Islam yang mewakili Yordania akan mengadakan konferensi selama dua hari yang bertema “International Conference on Islam, Civilization, and Peace” di Jakarta.

“Setelah konferensi dua hari itu, pada hari ketiganya kita akan melakukan pembahasan kerja sama (possible cooperation) terkait Islamic Banking dan pengembangan perguruan tinggi,” ujar Bahrul yang juga mengatakan konferensi akan berlangsung 23-24 April 2013, website resmi Kemenag melaporkan.

Menurut Bahrul, sebagai kelanjutan dari konferensi tersebut, Kementerian Agama RI dan Kementerian Wakaf Yordania akan menyelenggarakan acara yang lebih spesifik, yaitu pembicaraan mengenai hubungan bilateral Indonesia-Yordania.

 “Kita akan jajaki kerjasama konkrit antara Indonesia dan Yordania dalam bidang pengembangan bank Islam dan pengembangan perguruan tinggi,” kata Bahrul.

“Pengembangan bank Islam terkait dengan pengembangan institusi bank dan pengembangan SDM-nya melalui perguruan tinggi. Sedang pengembangan perguruan tinggi diharapkan mengarah pada kerja sama intensif perguruan tinggi Indonesia dan Yordania dalam format yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan,” tambah Bahrul.

Bahrul berharap melalui konferensi internasional yang akan dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono itu dapat  menegaskan tentang arti pentingnya Islam yang Rahmatan lil-‘Alamain (rahmat untuk semesta alam), disamping komitmen Islam terhadap kesejahteran umat dan menegaskan kembali Risalah Amman (Amman Message) tentang perdamaian dunia.

“Karena sifatnya konferensi, maka diharapkan menghasilkan statement dari keinginan dan harapan para peserta yang akan disampaikan ke publik tentang urgensi tiga hal di atas,” tegas Bahrul.

Sementara itu, Mantan Dubes Indonesia untuk Yordania, Zainul Bahar Noor, menjelaskan delegasi Yordania dalam konferensi itu terdiri lebih dari 14 ulama yang dipimpin oleh mantan menteri wakaf dan utusan dari lima perguruan tinggi, diantaranya, Yarmuk University, Wise University, Al-Balqa University, Al-Bayt University, dan University of Jordan, serta para praktisi perbankan Islam di Yordania.

Konferensi tersebut, tambah Zainul Bahar, akan dibagi dalam dua workshop. pertama, workshop perbankan Islam yang diharapkan akan mengarah pada pendirian International Wakaf Bank dan International Banking and Business School. “Ini merupakan langkah dalam menjawab pentingnya dana umat Islam dikumpulkan untuk kesejahteraan umatnya,” terang Zainul Bahar.

Sedangkan yang kedua adalah workshop kerjasama perguruan tinggi. Selaku koordinator, Tuty Alawiyah menjelaskan ada lima perguruan tinggi Indonesia yang aktif ambil bagian dalam konferensi internasional itu, diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, dan Universitas Al-Azhar Indonesia. “Perkembangan terakhir, banyak perguruan tinggi lainnya yang juga akan berpartisipasi, seperti ITB,” tambah Tuty. (T/P03/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply