ISLAM BISA DITERIMA SECARA LUAS DI IRLANDIA

Dublin,  12 Jumadil akhir 1434/22  April 2013 (MINA) – Islam bisa diterima secara luas di Irlandia. Muslim Irlandia berusaha untuk hidup berdampingan dengan warga katolik yang merupakan penduduk mayoritas di Irlandia.

Muslim di Irlandia sering melakukan acara diskusi dan bersikap ramah agar bisa diterima di tengah mayoritas agama Katolik di Irlandia.

“Ketika kita berbicara tentang masyarakat Irlandia yang lebih luas, ada banyak keasyikan tersendiri dalam wacana publik tentang kehadiran Muslim di Irlandia,” kata Oliver Scharbrodt, seorang profesor di University College Cork dan ahli dalam bidang populasi Muslim Irlandia, laporan OnIslamyang dilansir Mi’raj News Agency (MINA), Senin (22/4). 

Kehadiran Muslim di Irlandia dan tradisi mereka diterima dengan baik oleh penduduk katolik Irlandia. Hal itu terlihat dimana umat Islam tidak menemukan kendala dari publik dalam membangun tempat ibadah untuk memenuhi kewajiban agama mereka. 

Hingga saat ini, pusat masyarakat Muslim Di daerah Clongriffin, kota Dublin yang terdiri dari sebuah masjid, sekolah, dan fasilitas gedung berlantai tiga itu belum menghadapi protes publik seperti dengan situasi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat pada umumnya. 

Penerimaan Muslim di Irlandia bermula dalam sebuah cerita seorang imigran Muslim di negara tersebut, kebanyakan dari mereka merupakan para pelajar. Sebuah sejarah panjang kemiskinan dan imigrasi Irlandia juga membantu dalam penerimaan dari populasi Muslim di sana.

Sejarah yang dimulai dengan peristiwa kelaparan Irlandia yang dimulai pada 1845 dan berlangsung selama beberapa tahun. Peristiwa itu menewaskan sekitar satu juta orang serta menyebabkan jutaan orang lainnya pindah ke AS dan tempat lainnya. 

“Ada sejarah yang telah membentuk bagaimana penduduk Irlandia sekarang,” kata Kata El Bauzari, pria asli Maroko yang pindah ke Irlandia 14 tahun yang lalu.  “Setiap politikus di Irlandia selalu mengingatkan dirinya dan masyarakat bahwa kita (Muslim) masih merupakan bangsa emigran,” terangnya.

“Kita tidak boleh lupa masa lalu kita, bahwa kita meninggalkan rumah untuk masa depan yang lebih baik, dan kita harus memperlakukan orang-orang yang datang ke negara ini dengan adil’,” ungkapnya lagi. 

Populasi Muslim di Irlandia sekitar 1,1 persen dari 4,5 juta orang. Namun, Jumlah mereka terus naik karena imigrasi, kelahiran domestik, dan dalam beberapa kasus sejumlah orang asli Irlandia menjadi mualaf.

Dalam dua dekade lalu, Muslim Irlandia berjumlah sekitar 4000 jiwa. Sebuah sensus 2011 mencatat 49.204 warga Muslim di Irlandia, termasuk hampir 12.000 anak usia sekolah. Angka-angka itu mewakili peningkatan 51 persen sejak 2006. 

Penerimaan di Masyarakat juga membantu Muslim mudah bergaul ke dalam masyarakat Irlandia. “Masyarakat Irlandia merupakan orang yang sangat ramah, orang yang sangat religius,” kata Mustafa Alawi (44), yang berasal dari Bahrain yang kini mengoperasikan sebuah klinik swasta yang menyediakan prosedur kosmetik di jantung kota Dublin. “Semua orang memanggil saya dokter dari pertama kali mereka melihat saya.”

Selama masa orientasi di Royal College of Surgeons pada tahun 1994, karena mendapatkan beasiswa mahasiswa pasca-sarjana, Alawi mengatakan kepada pemandunya bahwa ia harus menunaikan shalat. Segera, pemandunya menunjukkan sebuah kapel, dan pihak kampus mulai mengantisipasi kunjungannya sehari-hari.

Irlandia dikenal dengan sejarah toleransinya. Sebuah survei tahun 2012 oleh Komisi Eropa tentang diskriminasi di Uni Eropa menemukan bahwa 79 persen dari penduduk Irlandia menggambarkan diskriminasi berdasarkan agama atau kepercayaan merupakan langka atau tidak ada di Irlandia.

“Di Prancis, jika kami memiliki jenggot kami tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan,” kata Riadh Mahmoudi (35), seorang imigran asal Aljazair. “Istri saya, misalnya, memakai cadar. Jika dia memakai niqab di Prancis, dia akan berada dalam kesulitan. Dia akan didenda. Kami tidak pernah melihat di Irlandia terjadi seperti tersebut,”  ujarnya.

Mahmoudi juga mengatakan, mereka melihat masa depan Muslim yang tampak cerah. (T/P012/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply